
NTT Siap Torehkan Sejarah dengan Stadion Berstandar FIFA
Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang bersiap untuk menorehkan sejarah baru dalam dunia olahraga nasional. Provinsi yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya kini menjadi sorotan karena rencana pembangunan stadion berstandar FIFA. Inisiatif ini didorong oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), antusiasme masyarakat, serta potensi besar NTT dalam mengembangkan sepak bola.
Mengapa NTT Layak Punya Stadion FIFA?
NTT bukan hanya gudang talenta muda sepak bola, tetapi juga memiliki basis penggemar yang luar biasa. Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) yang digelar di Ende pada 2025 menjadi bukti nyata. Ribuan penonton memadati stadion setiap pertandingan, menciptakan atmosfer yang tak kalah dari liga profesional. Sekjen PSSI Yunus Nusi bahkan menyatakan kekagumannya terhadap semangat masyarakat NTT dan menyebut provinsi ini layak memiliki stadion bertaraf internasional.
Dukungan Penuh dari PSSI dan Pemerintah
Dalam Kongres Biasa PSSI NTT yang digelar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada 29 November 2025, PSSI secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pembangunan stadion FIFA di NTT. Yunus Nusi menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk merealisasikan proyek ini. Ia juga menyerahkan kepada Asprov PSSI NTT untuk menentukan daerah-daerah yang layak direkomendasikan.
Daftar Daerah yang Diusulkan untuk Pembangunan Stadion FIFA
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, berikut adalah daftar daerah di NTT yang menjadi kandidat kuat untuk pembangunan stadion berstandar FIFA:
-
Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat
Labuan Bajo menjadi kandidat utama. Selain menjadi tuan rumah Kongres PSSI NTT, kota ini juga telah berkembang pesat sebagai destinasi wisata super prioritas nasional. Infrastruktur pendukung seperti bandara internasional, hotel berbintang, dan akses jalan yang memadai menjadikan Labuan Bajo sangat potensial untuk menggelar event olahraga internasional. -
Ende
Sebagai tuan rumah ETMC 2025, Ende menunjukkan kapasitasnya dalam menyelenggarakan turnamen besar. Stadion Marilonga yang menjadi venue utama ETMC selalu dipadati penonton. Pemerintah daerah dan masyarakat menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung pengembangan sepak bola. Ini menjadikan Ende sebagai kandidat kuat berikutnya. -
Kupang
Sebagai ibu kota provinsi, Kupang memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas dan fasilitas. Stadion Oepoi yang ada saat ini memang belum memenuhi standar FIFA, namun dengan renovasi besar-besaran, stadion ini bisa ditingkatkan. Kupang juga memiliki potensi ekonomi dan demografis yang besar untuk mendukung keberlanjutan stadion. -
Maumere, Kabupaten Sikka
Maumere dikenal sebagai salah satu pusat sepak bola di Flores. Klub-klub lokal seperti Perse Ende dan Persami Maumere memiliki basis pendukung yang solid. Pemerintah Kabupaten Sikka juga telah menyatakan kesiapan untuk menyediakan lahan jika ditunjuk sebagai lokasi pembangunan stadion. -
Atambua, Kabupaten Belu
Wilayah perbatasan ini memiliki nilai strategis tersendiri. Pembangunan stadion di Atambua bisa menjadi simbol diplomasi olahraga antara Indonesia dan Timor Leste. Selain itu, Atambua juga memiliki sejarah panjang dalam pembinaan sepak bola usia dini. -
Ruteng, Kabupaten Manggarai
Ruteng memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola NTT. Klub-klub lokal aktif berkompetisi di berbagai level. Pemerintah daerah juga telah menyatakan minat untuk mengembangkan fasilitas olahraga, termasuk stadion berstandar internasional.
Kriteria Penilaian dan Tahapan Seleksi
PSSI NTT bersama pemerintah provinsi akan melakukan kajian mendalam terhadap setiap kandidat. Beberapa kriteria utama yang menjadi pertimbangan antara lain:
- Ketersediaan lahan minimal 5 hektare
- Aksesibilitas transportasi (jalan, bandara, pelabuhan)
- Dukungan pemerintah daerah
- Antusiasme dan partisipasi masyarakat
- Potensi ekonomi dan pariwisata
Setelah tahap seleksi, daerah terpilih akan diajukan ke PSSI pusat dan kementerian terkait untuk ditindaklanjuti dalam bentuk feasibility study dan perencanaan teknis.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pembangunan stadion FIFA di NTT bukan hanya soal olahraga, tetapi juga strategi pembangunan daerah. Stadion modern akan mendorong:
- Pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor jasa, UMKM, dan pariwisata
- Peningkatan kualitas SDM olahraga melalui akademi sepak bola dan pelatihan
- Peningkatan citra daerah di mata nasional dan internasional
- Peluang menjadi tuan rumah event nasional dan ASEAN
Tantangan dan Harapan
Tantangan utama tentu pada aspek pendanaan dan keberlanjutan. Namun, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, PSSI, dan sektor swasta, proyek ini sangat mungkin direalisasikan. Masyarakat NTT pun diharapkan terus menjaga semangat dan mendukung proses ini secara aktif.
NTT kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat baru sepak bola Indonesia Timur. Dengan dukungan penuh dari PSSI dan antusiasme masyarakat yang luar biasa, pembangunan stadion FIFA di provinsi ini bukan lagi mimpi. Daerah-daerah seperti Labuan Bajo, Ende, Kupang, Maumere, Atambua, dan Ruteng kini bersaing sehat untuk menjadi tuan rumah stadion berkelas dunia. Semoga langkah ini menjadi awal dari kebangkitan sepak bola NTT di kancah nasional dan internasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar