
Kaleidoskop Kaltim 2025: Peristiwa Tahanan Kabur yang Menarik Perhatian
Tahun 2025 di Kalimantan Timur (Kaltim) diwarnai dengan beberapa peristiwa penting, salah satunya adalah kejadian tahanan kabur yang terjadi sebanyak dua kali. Kejadian ini menunjukkan adanya tantangan dalam sistem pemasyarakatan dan pengamanan di wilayah tersebut.
Dua Peristiwa Tahanan Kabur
Selama tahun 2025, tercatat dua kali peristiwa tahanan kabur di Kaltim. Jumlah tahanan yang berhasil kabur mencapai belasan orang, termasuk empat anak yang kabur dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebelumnya, ada juga 15 tahanan yang kabur dari Rutan Polsek Samarinda Kota.
Empat Tahanan Anak Kabur
Peristiwa empat tahanan anak kabur dari LPKA Tenggarong terjadi pada Kamis (11/11/2025) sekitar pukul 04.00 dini hari. Mereka kabur melalui Jalan Gunung Gandek dan bergerak sampai ke kawasan Jalan Danau Jempang, Kelurahan Melayu. Keempat tahanan tersebut masing-masing berusia antara 16-17 tahun dan sedang menjalani proses hukum atas kasus pencurian.
Mereka adalah: * FOS (17) asal Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur * PE (16) asal Berau, * AN (17) asal Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara * AK (16) asal Nunukan, Kalimantan Utara.
Dalam waktu singkat, dua dari mereka berhasil diamankan di sebuah kafe, sedangkan satu lainnya tertangkap setelah mencoba kabur lewat atap rumah kosong di sekitar Danau Jempang. Sampai saat ini, tiga dari empat tahanan sudah kembali diamankan, sementara satu orang masih dalam pencarian petugas dibantu warga sekitar.
Kronologi Aksi Kabur
Menurut informasi dari Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, aksi kabur itu bermula saat empat anak tersebut berusaha membuka tralis. Mereka berempat lari lewat samping, turun, langsung jalan, jalan ketemu truk, ikut truk ke pasar. Namun, setibanya di pasar, mereka malah kembali ke arah tempat awal karena tidak hapal jalan.
Endang menjelaskan bahwa kejadian ini memicu aksi kejar-kejaran antara petugas dan tahanan. Meski begitu, para tahanan tetap berkelompok karena tidak tahu jalan. Endang menegaskan bahwa situasi ini perlu dipahami sebagai perilaku anak-anak yang diliputi kepanikan dan kebingungan.
LPKA Tenggarong, Satu-satunya Lapas Anak di Kaltim
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 37, Kelurahan Melayu, Tenggarong, memegang peran vital dalam pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum. Kepala LPKA Tenggarong, Zulhendri, menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan satu-satunya fasilitas pembinaan anak di Kalimantan Timur.
Fasilitas yang tersedia meliputi: * Dua ruang belajar untuk pendidikan formal * Satu ruang keterampilan untuk pelatihan vokasional * Satu aula besar untuk kegiatan bersama, pembinaan mental, dan penguatan karakter
Meski fasilitas berjalan baik, Zulhendri mengungkapkan kebutuhan tambahan ventilasi dan pendingin ruangan untuk meningkatkan kenyamanan belajar. Hingga akhir 2025, LPKA Tenggarong menampung 61 anak binaan dan 2 Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
15 Tahanan Rutan Polsek Samarinda Kota Kabur
Pada Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 14.00 Wita, sebanyak 15 tahanan Polsek Samarinda Kota kabur dari ruang tahanan dengan menjebol dinding kamar mandi. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, membenarkan adanya kejadian tersebut. Para tahanan melarikan diri melalui lubang berdiameter sekitar 40 sentimeter yang mereka buat dengan cara menjebol kloset di dalam sel.
Dari 15 tahanan yang kabur, tujuh terlibat kasus pencurian dengan pemberatan, tiga curanmor, dua penggelapan, dan tiga kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Enam orang sudah diamankan kembali, sementara sembilan tahanan lainnya masih dalam pencarian.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar