Daftar Kelalaian Michael Wishnu Wardhana, Dirut Terra Drone Indonesia, Tersangka Kebakaran Gedung

Daftar Kelalaian Michael Wishnu Wardhana, Dirut Terra Drone Indonesia, Tersangka Kebakaran Gedung

Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone Indonesia

Kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone Indonesia pada Selasa (9/12/2025) menyebabkan 22 orang tewas. Peristiwa ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kelalaian yang dilakukan oleh Michael Wishnu Wardhana, Direktur Utama perusahaan tersebut. Berikut adalah daftar dugaan kelalaian yang dilaporkan:

  • Tidak memastikan SOP penyimpanan baterai drone.
  • Tidak menempatkan petugas Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di kantornya.
  • Tak memberikan pelatihan keselamatan kepada karyawannya.
  • Tidak menyediakan ruang penyimpanan standar untuk bahan mudah terbakar, khususnya baterai drone.
  • Tidak menyediakan pintu darurat.
  • Tidak memastikan jalur evakuasi berfungsi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyebut bahwa karena kelalaian-kelalaian itu, Michael dianggap membuat karyawannya kesulitan menyelamatkan diri ketika kebakaran terjadi. Akibatnya, 22 orang tewas kehabisan napas saat kebakaran terjadi. Padahal, sebagai Direktur Utama Terra Drone, Michael tahu persis risiko baterai Lithium Polymer (LiPo) mudah terbakar. Namun, ia tetap membiarkan kondisi penyimpanan dilakukan tanpa SOP dan perlindungan.

"Sebagai direktur, tersangka tahu persis risiko baterai LiPo mudah terbakar, tetapi kondisi tetap dibiarkan tanpa standar keamanan," pungkas Susatyo.

Penyebab Kebakaran

Dalam kesempatan yang sama, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan penyebab kebakaran kantor Terra Drone. Hal ini diketahui setelah pihaknya meminta keterangan dari dua saksi kunci. Menurut keterangan saksi, ada baterai berukuran 30.000 mAh dalam tumpukan yang jatuh. Hal itu memicu percikan api yang akhirnya menyambar ke baterai lainnya, sehingga mengakibatkan kebakaran.

"Jadi dari keterangan saksi tersebut, bahwa baterai berukuran 30.000 mAh dalam tumpukan, ada sekitar empat tumpukan, lalu jatuh. Dari sejak jatuh itu, timbul percikan api. Di mana di tempat tersebut, terdapat baterai-baterai lainnya selain baterai yang rusak dan akhirnya menyambar. Sehingga seluruhnya di lantai satu terbakar, khususnya di ruang inventory atau gudang mapping," tutur Susatyo.

Buntut dari insiden ini, Susatyo mengatakan pihaknya langsung mengembangkan penyidikan dengan memeriksa pihak manajemen penyimpanan Terra Drone. Berdasarkan hasil penyidikan, Terra Drone tidak memiliki SOP terkait penyimpanan baterai yang mudah terbakar atau flammable. Selain itu, kata Susatyo, perusahaan yang berbasis di Jepang itu tidak memiliki SOP terkait pemisahan baterai yang masih layak pakai, bekas, ataupun rusak.

"Semua (baterai) dijadikan satu (di satu tempat)" katanya. Susatyo juga mengungkapkan ruang penyimpanan baterai tersebut hanya berukuran 2x2 meter dan tanpa dilengkapi ventilasi dan fireproofing. Selain itu, genset juga berada di lokasi yang sama meski menimbulkan potensi panas berlebih di ruangan tersebut.

Penangkapan dan Penetapan Tersangka

Michael Wisnu Wardhana menjadi tersangka dalam kasus kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat yang terjadi pada Selasa (9/12/2025). Michael Wisnu Wardhana adalah Direktur dan C-Level Terra Drone Indonesia lulusan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB angkatan 2001. Michael Wisnu Wardhana dikenal sebagai tokoh muda berbakat di industri teknologi drone tanah air.

Michael Wisnu Wardhana menjadi sosok yang bertanggung jawab atas insiden kebakaran tersebut yang menewaskan 22 orang. Saat ditangkap di apartemennya, Michael Wisnu Wardhana sempat bersitegang dengan pihak kepolisian. Ia awalnya menolak untuk dibawa ke kantor polisi guna penyidikan lebih lanjut.

Profil Michael Wishnu Wardhana

Michael Wisnu Wardhana adalah bos Terra Drone. Ia memegang posisi Direktur dan C-Level Terra Drone Indonesia. Michael Wisnu Wardhana dikenal sebagai tokoh muda berbakat di industri teknologi drone tanah air. Michael merupakan lulusan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Jurusan Teknik Dirgantara, Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2001. Ia membekali dirinya dengan keahlian teknis mumpuni.

Sebagai pucuk pimpinan Terra Drone Indonesia, Michael kerap diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar dan acara internasional, membahas inovasi drone dan teknologi canggih. Ia pernah menjadi pembicara dalam kegiatan CSR Award 2019 yang berlangsung di Sanur, Bali, pada 1 Agustus 2019, membagikan pengalaman dan wawasan praktis dalam pengembangan teknologi industri.

Michael juga tampil sebagai pembicara dalam acara Foreng 10 dengan tema "Future Solution for Lifecycle Construction" yang digelar di Telkom Landmark Tower pada 1213 November 2019, dikutip dari kanal YouTube WIKA EXO. Pada 20 November 2020, Michael kembali diundang sebagai pembicara dalam Malaysia Drone Tech Festival 2020, seperti tercatat di akun Instagram resmi perusahaan @terradrone_id. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pembicara pada Forum Engineering 2020 dengan topik menarik bertajuk "Drone and Smart Cities" yang menyoroti pemanfaatan teknologi drone di perkotaan.

Pada ajang Aeroscape Innovation Summit (AIS) 2023 yang diselenggarakan oleh ITB, Michael tampil sebagai salah satu dari 13 pakar yang diundang untuk berbagi insight di bidang drone dan inovasi teknologi. Kehadirannya dalam berbagai seminar internasional membuktikan bahwa Michael bukan hanya ahli manajemen, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi drone modern. Pada Januari 2024, ia kembali menjadi narasumber dalam Webinar Drone Industry Outlook 2024, memberikan analisis terkait tren industri drone global dan peluang pengembangan teknologi masa depan.

Nama Michael juga tercatat dalam dokumen resmi dgip.go.id sebagai salah satu pendesain Micro Drone Beroda untuk Ruang Terbatas "Zeke01", proyek inovatif yang melibatkan teknologi drone mini. Dalam proyek Zeke01, Michael bekerja bersama sejumlah pakar lain, antara lain Yazdi Ibrahim Jenie, Zeke Denver Wouters De Cilva, Javensius Sembiring, Yohanes Bimo Dwianto, Joshua Levin Kurniawan, Ray Ozma, dan Muhammad Luthfi Azzam. Kontribusi Michael dalam desain dan pengembangan drone menunjukkan komitmennya untuk memajukan teknologi dalam negeri sekaligus mengukir reputasi profesional di kancah internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan