PR JATENG - Jika selama ini daging asap identik dengan rasa tajam dan aroma menyengat, Speck dari kawasan Alpen Italia menawarkan pengalaman berbeda. Daging asap tradisional ini justru dikenal lembut, seimbang, dan tidak berlebihan dalam rasa.
Speck atau sering disebut mezena speck merupakan produk olahan daging khas Italia utara, khususnya wilayah Alpen.
Daging ini dibuat dari paha babi pilihan yang diasinkan, lalu dibumbui dengan rempah-rempah alami seperti juniper, lada hitam, dan rosemary.
Berbeda dengan bacon pada umumnya, proses pengasapan Speck dilakukan secara perlahan dan ringan.
Setelah diasap, daging tidak langsung dipasarkan, melainkan melalui tahap pengeringan alami dengan memanfaatkan udara dingin pegunungan Alpen.
Kondisi alam inilah yang disebut menjadi kunci cita rasa Speck yang khas.
Tidak terlalu asin, tidak terlalu berasap, namun tetap kaya aroma dan rasa.
Dalam unggahan video yang dilansir dari akun Facebook Jisal, dijelaskan bahwa keseimbangan rasa menjadi keunggulan utama daging asap ini.
“Speck itu diasap, tapi tidak menyengat. Teksturnya lembut, rasanya halus, dan justru terasa elegan,” ungkap narasi dalam video tersebut.
Karena prosesnya yang panjang dan mengandalkan alam, Speck kerap disebut sebagai salah satu daging asap paling berkelas di Eropa.
Tak heran jika produk ini banyak digunakan dalam hidangan gourmet, mulai dari irisan tipis pendamping keju hingga pelengkap pasta dan salad khas Italia.
Dari dapur tradisional Alpen hingga meja makan dunia, Speck membuktikan bahwa daging asap pun bisa tampil elegan tanpa kehilangan karakter alaminya.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar