Dapur SPPG Bascara Tidak Layani MBG Saat Libur Nataru, Aktif 5 Januari 2026

Dapur SPPG Bascara Tidak Layani MBG Saat Libur Nataru, Aktif 5 Januari 2026

Penutupan Sementara Dapur SPPG Bascara Selama Libur Nataru

Dapur SPPG Bascara yang berada di Jl Moh Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, tidak dapat menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini disampaikan oleh Perwakilan SPPG Bascara, Mawan Alikzan, kepada media.

"Kami tutup sementara selama nataru," ujarnya saat dihubungi.

Dapur SPPG Bascara biasanya mendistribusikan MBG ke enam Sekolah Dasar (SD) di Kota Palu. Beberapa SD yang menerima bantuan tersebut antara lain:

  • SD 3 Palu
  • SD 6 Palu
  • SD Inpres 2 Lolu
  • SD Negeri 5 Palu
  • SD Inpres 1 Talise
  • SD 24 Palu

Total siswa yang menerima MBG dari dapur ini adalah sebanyak 1.462 anak.

Mawan menjelaskan bahwa Dapur SPPG Bascara akan kembali beroperasi pada awal Januari 2026. Ia mengatakan bahwa aktivitas distribusi MBG akan dimulai kembali pada tanggal 5 Januari.

"Kami kembali buka di tanggal 5 Januari," tambahnya.

Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat sekitar 250 Dapur MBG di Sulawesi Tengah. Namun, hanya sekitar 117 di antaranya yang aktif beroperasi dan melayani masyarakat.

Pengaruh Penutupan Dapur MBG

Penutupan sementara Dapur SPPG Bascara selama libur Nataru tentu berdampak pada para siswa yang biasanya menerima MBG. Meski demikian, pihak dapur telah memastikan bahwa distribusi akan dilanjutkan kembali setelah liburan berakhir.

Beberapa orang tua siswa mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak selama masa penutupan. Namun, pihak sekolah dan pengelola dapur berjanji untuk segera kembali memberikan layanan yang sama seperti sebelumnya.

Peran Dapur MBG dalam Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak

Dapur MBG memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak di wilayah tertentu mendapatkan nutrisi yang cukup. Khususnya di daerah-daerah dengan akses terbatas terhadap makanan bergizi, program ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak-anak.

Selain itu, keberadaan Dapur MBG juga membantu mengurangi beban ekonomi keluarga, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Dengan adanya program ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga pelajaran tentang pentingnya pola makan yang seimbang.

Kondisi Dapur MBG di Sulawesi Tengah

Meskipun jumlah Dapur MBG di Sulawesi Tengah mencapai 250, hanya sebagian kecil dari jumlah tersebut yang beroperasi secara aktif. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan penutupan atau penurunan aktivitas dapur MBG antara lain keterbatasan dana, kurangnya tenaga kerja, dan masalah logistik. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih besar dari pemerintah dan masyarakat untuk memastikan bahwa program ini tetap berjalan efektif dan berkelanjutan.

Tindakan Lanjutan

Pihak SPPG Bascara berkomitmen untuk segera kembali beroperasi setelah liburan. Mereka juga berharap agar masyarakat dapat memahami alasan penutupan sementara tersebut dan tetap mendukung program MBG.

Selain itu, pihak sekolah dan komunitas setempat juga diharapkan bisa membantu dalam memastikan bahwa anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup selama masa penutupan. Dengan kolaborasi yang baik, harapan besar dapat tercapai untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup anak-anak di wilayah ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan