Dapur Umum dan Posko Bantuan di Sumatera Barat Hadapi Keterlambatan Logistik Pemerintah

Dapur Umum dan Posko Bantuan di Sumatera Barat Hadapi Keterlambatan Logistik Pemerintah

Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak Banjir Bandang

Relawan lokal di berbagai daerah terus bergerak untuk membantu warga yang terkena dampak banjir bandang. Mereka mendirikan dapur umum dan posko pengungsian guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, bantuan tambahan dari pusat sedang dalam perjalanan menuju lokasi bencana, dengan harapan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan warga.

Dapur Umum dan Posko Pengungsian

Di Kota Padang, penanggung jawab posko PSI di Belimbing, Feri Mukli, menjelaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendirikan dapur umum bersama warga setempat.

“Saat ini, PSI membantu masyarakat untuk dapur umum. Kami menurunkan peralatan dengan bahan seadanya dulu, karena ada keterlambatan bantuan dari pemerintah. Kita inisiatif, masyarakat butuh dapur,” katanya saat dihubungi wartawan.

Posko bantuan sementara juga didirikan di rumah salah satu kader PSI yang menjadi tempat warga mengungsi. Selain itu, tenda posko juga dipasang untuk menampung bantuan bagi masyarakat terdampak banjir bandang.

“Jadi saat ini posko berada di salah satu rumah kader. Masyarakat yang terdampak mengungsi ke sana. Kami juga mendirikan tenda sebagai posko bantuan PSI.”

Namun, distribusi bantuan logistik masih menghadapi kendala akibat akses yang terbatas. Beberapa kebutuhan mendesak sudah diidentifikasi, seperti kasur, obat-obatan, susu, popok, serta air bersih. Saat ini, PDAM belum beroperasi, dan air sungai masih belum jernih.

Bantuan Logistik dari Pusat

Feri menyampaikan bahwa dukungan bantuan dari DPP PSI sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak. Ia berharap pengiriman tersebut dapat segera tiba agar kebutuhan warga dapat terpenuhi.

“Saat ini bantuan logistik dari DPP PSI tengah berada di perjalanan. Semoga kebutuhan masyarakat di sini bisa terpenuhi,” ujarnya.

Korban Banjir dan Longsor Bertambah

Sebelumnya, korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah. Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (1/12) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia mencapai 604 jiwa dan 464 jiwa masih dinyatakan hilang.

Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, penyaluran logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Rincian Korban di Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, sebanyak 283 jiwa meninggal dunia setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kembali menemukan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Para korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias.

Sementara itu, jumlah korban hilang tercatat sebanyak 173 jiwa.

Korban di Aceh

Di Aceh, sebanyak 156 jiwa meninggal dunia dan 181 jiwa masih hilang. Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Peningkatan jumlah korban hilang dipicu laporan tambahan dari masyarakat.

Jumlah pengungsi mencapai 479.300 jiwa di berbagai kabupaten/kota, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 107.305 jiwa.

Korban di Sumatera Barat

Di Provinsi Sumatra Barat, tercatat 165 jiwa meninggal dunia dan 114 jiwa masih hilang. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

Total pengungsi mencapai 18.624 KK atau 122.683 jiwa, dengan jumlah tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar.

Upaya Bersama untuk Mempercepat Pemulihan

Ia mengatakan saat ini, BNPB bersama TNI/Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, dan mitra internasional terus bekerja maksimal mempercepat pencarian korban, pembukaan akses, pemulihan layanan vital, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Pembaruan penanganan akan disampaikan secara berkala," pungkasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan