
Kehidupan Warga Aceh Tamiang Setelah Bantuan Air Bersih dari Pertamina Peduli
Selama beberapa bulan, warga di wilayah Aceh Tamiang harus menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satu keluarga yang terdampak adalah Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru. Selama masa sulit ini, ia dan keluarganya hanya bisa mengandalkan air parit yang bercampur lumpur sebagai sumber air utama untuk keperluan sehari-hari.
Kondisi ini sangat memprihatinkan. Air parit yang digunakan tidak layak konsumsi maupun untuk kebutuhan sanitasi. Mereka bahkan harus menyaring air tersebut terlebih dahulu agar sedikit lebih bersih. Namun, kualitasnya tetap jauh dari standar yang diperlukan.
Namun, situasi mulai berubah setelah bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba. Yanti dan warga sekitar kini dapat mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali. Mobil tangki Pertamina Peduli berkeliling dari rumah ke rumah, menyalurkan air yang kemudian ditampung oleh warga menggunakan jerigen maupun ember.
“Sangat membantu. Sebelumnya kami pakai air parit. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti dengan rasa syukur.
Putera, warga setempat lainnya, juga merasakan perubahan yang signifikan. Ia menjelaskan bahwa kondisi air sebelum bantuan datang sangat memprihatinkan. “Kalau kami menyebut air parit itu air cappuccino, karena warnanya seperti cappuccino. Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur,” kata Putera.
Penyediaan Air Bersih sebagai Prioritas Utama
Menurut VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli. Hal ini dikarenakan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Sejak 4 Desember 2025 hingga hari ini (2/1/2026), Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang. Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke Wilayah Aceh Tamiang.
Selain pendistribusian air bersih secara periodik selama masa transisi darurat, Pertamina juga secara bertahap melakukan pemulihan sumber air warga. Tujuannya adalah agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan.
“Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat, sehingga kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga,” ujar Baron.
Program sanitasi air ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Berkolaborasi dengan Wanadri dan TNI, hingga saat ini Pertamina telah berhasil mereaktivasi 12 sumur di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang.
Beberapa lokasi yang telah direaktivasi antara lain Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, serta Kota Kualasimpang.
Bantuan Kesehatan Juga Disediakan
Selain bantuan air bersih, Pertamina Peduli juga menghadirkan Posko Medis yang bersiaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Posko Medis yang berlokasi di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang menjadi tumpuan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.
Relawan dokter dari Pertamina IHC Prabumulih, dr. Betty, menjelaskan bahwa tim medis berkomitmen memberikan pelayanan penuh selama 24 jam. “Keluhan yang paling banyak kami temui pascabencana antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, pilek, diare, serta pasien dengan penyakit kronis yang sempat terhenti pengobatannya akibat bencana,” jelas dr. Betty.
Dengan bantuan air bersih dan layanan kesehatan yang disediakan, masyarakat Aceh Tamiang kini memiliki harapan baru untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar