
Perjalanan Rico Juniawan dari Gengster ke Pembicara Inspiratif
Rico Juniawan alias Kate (28) dulu dikenal sebagai sosok yang ditakuti di Jakarta Timur. Sebagai mantan tokoh gengster, ia dikenal berani dan tidak kenal belas kasihan saat menghadapi lawan-lawannya. Namun kini, Rico tampil dengan peran baru: pembicara yang mampu menginspirasi para pelajar untuk menata masa depan mereka, jauh dari tawuran.
Awalnya, Rico terjebak dalam dunia kekerasan hanya tiga minggu setelah masuk ke bangku SMK. Ia diajak oleh teman-temannya dan salah pergaulan. Dari sana, Rico mulai larut dalam ritual tawuran hingga namanya menjadi andalan geng untuk aksi-aksi brutal di Jakarta Timur.
Momen kelam menjadi titik balik hidup Rico. Saat itu, ia menyaksikan seorang temannya tumbang dan tewas saat mereka kalah dalam baku hantam. Rico mundur, sedangkan temannya harus berjuang sendirian. Peristiwa ini memberinya kesadaran bahwa hidupnya tidak boleh terus seperti ini.
"Titik balik saya muncul ketika seorang motivator berkata, 'Sampai kapan mau begini terus?'. Kalimat itu menghantam," kenang Rico saat berbincang santai di Taman Teras, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025) sore.
Dari sana, Rico perlahan meninggalkan dunia gelapnya. Kini, ia menyoroti bahaya baru: media sosial sebagai pemicu utama provokasi dan glorifikasi kekerasan. Menurut Rico, tawuran tidak memiliki untung apa pun. Paling mentok, seseorang hanya akan menjadi karyawan kasar. Hidup setelah sekolah jauh lebih besar dari sekadar gengsi di jalanan.
Menurut Rico, kemudahan akses konten kekerasan dan senjata tajam membuat pola gengster masa kini lebih berbahaya. Komentar dan ajakan di media sosial mempercepat mobilisasi yang kerap berujung korban jiwa. Dengan pengalaman nyaris merenggut nyawa, Rico memberikan pesan keras: "Hari apes enggak ada di kalender. Berhenti sebelum terlambat."
Ia memberi pesan kepada para remaja yang senang tawuran. "Kalau belum terjerumus, pertahankan. Cari kegiatan positif. Tetapi kalau sudah terlibat, berhenti sekarang," pintanya.
"Tawuran cuma nambah rasa takut, luka, dan masalah. Apa yang dilakukan hari ini pasti ada balasannya nanti," jelas Rico.
Kini, dengan suara lantang dan pengalaman kelamnya, Rico berdiri sebagai 'living proof' bahwa perubahan itu mungkin. Ia mengajak remaja memilih jalan prestasi, bukan kekerasan.
"Masa depan masih panjang. Lebih baik tata dari sekarang agar bisa banggakan orangtua dan keluarga," tandasnya, menutup obrolan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar