Kalangan Jambi- Memasuki tahun 2026, tren kuliner diperkirakan semakin beragam dan inovatif. Tak hanya mengejar rasa lezat, makanan kini juga dinilai dari keunikan serta manfaat fungsionalnya bagi tubuh. Perkembangan media sosial dan industri makanan turut memengaruhi arah tren. Hidangan yang viral kerap berlanjut menjadi menu favorit di kafe, restoran, hingga produk di supermarket.
Mengutip laporan National Geographic (16/12), berikut lima jenis makanan yang diprediksi akan menjadi tren sepanjang 2026:
1. Hojicha
Hojicha merupakan teh hijau asal Jepang yang dipanggang hingga berwarna cokelat kemerahan. Kelangkaan matcha di pasar global membuat hojicha ikut naik daun sebagai alternatif. Proses pemanggangan memberikan rasa smoky dan nutty, dengan kadar kafein lebih rendah sehingga terasa lebih lembut. Minuman hojicha latte kini mulai banyak dijumpai di kafe-kafe Inggris dan Amerika Serikat.
2. Tteokbokki
Makanan jalanan khas Korea ini semakin populer berkat media sosial dan pengaruh budaya K-pop. Berbahan dasar kue beras kenyal, tteokbokki hadir dalam beragam variasi rasa, dari pedas-manis hingga saus kental khas Korea. Popularitasnya juga didorong oleh banyaknya resep yang beredar secara daring dan kehadirannya di supermarket internasional.
3. Acar (Pickle)
Acar kembali diminati sebagai pilihan makanan rendah kalori yang dipercaya baik untuk pencernaan. Tak hanya disajikan sebagai lauk, cita rasa acar kini diolah menjadi minuman, es krim, hingga koktail. Rasa asam-gurihnya dianggap unik dan menyegarkan, membuatnya kembali dilirik di berbagai negara.
4. Makanan Pedas-Manis (Swicy)
Kombinasi rasa manis dan pedas atau swicy menjadi tren global yang ramai dibicarakan. Perpaduan ini hadir pada camilan, menu sarapan, hingga hidangan utama seperti pizza. Sensasi rasa yang seimbang membuat tren swicy semakin digemari.
5. Makanan Tinggi Serat
Kesadaran akan kesehatan pencernaan mendorong popularitas makanan tinggi serat. Banyak kreator dan chef mempromosikan menu berbasis kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh. Produk tinggi serat pun kini semakin mudah ditemukan, mulai dari pasta, roti, hingga makanan nabati siap santap.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar