Dato’ Low Tuck Kwong terima penghargaan BIG 40 Awards: tokoh pendiri dan pelopor bisnis

Penghargaan sebagai Strategis Sumber Daya Energi Global

Pendiri dan Presiden Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, menerima penghargaan Leading Global Energy Resources Strategist dari Bisnis Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya sebagai tokoh pendiri, pelopor, dan transformasi bisnis. Dengan kepemimpinan strategisnya, Low Tuck Kwong berhasil mengembangkan PT Bayan Resources Tbk menjadi perusahaan energi terintegrasi yang berperan penting dalam rantai pasok global.

Visi jangka panjang dan komitmen terhadap efisiensi serta keberlanjutan operasional membuatnya turut memperkuat ketahanan energi nasional dan menjadikan kontribusi Indonesia relevan dalam lanskap energi dunia yang terus berubah.

Kekayaan yang Meningkat Pesat

Melalui bisnisnya sebagai raja batu bara, Low Tuck Kwong tercatat sebagai orang terkaya kedua di Asia Tenggara per 4 Desember 2025. Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires, nilai kekayaannya mencapai US$24,6 miliar atau Rp09,14 triliun. Posisi kekayaannya hanya di bawah Prajogo Pangestu, pendiri Barito Pacific Group yang memiliki kekayaan senilai US$41,5 miliar atau Rp690,21 triliun.

Berdasarkan Wealth History Forbes, kekayaan Low Tuck Kwong menunjukkan perubahan drastis dalam satu dekade terakhir. Dari tahun 2015 hingga 2021, nilainya relatif stagnan di bawah US$2 miliar. Periode ini menandai fase stabil tanpa lonjakan signifikan yang mencerminkan kondisi pasar batu bara global yang masih lesu.

Situasi berubah drastis pada tahun 2022 ketika harga batu bara melonjak tajam akibat krisis energi global dan meningkatnya permintaan dari negara-negara Asia seperti India dan China. Hanya dalam setahun, pada 2023, kekayaannya meroket lebih dari sepuluh kali lipat, menembus angka US$25 miliar. Puncaknya terjadi pada 2025, dengan nilai kekayaan mencapai US$ 27,3 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di Asia Tenggara, khususnya di sektor batu bara.

Perjalanan Karier Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong lahir pada 17 April 1958 di Singapura. Ayahnya, David Low Nyi Ngo, adalah seorang direktur dan pemilik perusahaan konstruksi di negeri singa. Sewaktu muda, ia bekerja untuk perusahaan konstruksi ayahnya di Singapura. Pada usia 20 tahun, dia memutuskan untuk merantau ke Indonesia demi mendapatkan peluang dan kesempatan yang lebih besar.

Di Indonesia, Low Tuck Kwong mulai menjajal peruntungan di bidang bisnis konstruksi. Setelah itu, pada tahun 1988, dia berhasil mendapatkan kontrak batu bara. Pada tahun 1992, dia memutuskan untuk pindah kewarganegaraan dan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Selanjutnya, pada tahun 1997, Low Tuck Kwong mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal dan PT Dermaga Perkasapratama. Di tahun 1998, dia mulai mengoperasikan terminal batubara di Balikpapan.

Sejak saat itu, Low Tuck Kwong terus mengakuisisi sejumlah konsesi hingga akhirnya resmi membentuk perusahaan induk yang dikenal dengan nama PT Bayan Resources.

Investasi dan Kepemilikan Saham

Low Tuck Kwong masih memegang sekitar 40% saham BYAN, sementara putrinya Elaine Low memiliki 22%. Transfer saham yang dilakukan pada Agustus 2024 senilai US$6,6 miliar menunjukkan dominasi bisnisnya di tengah tantangan transisi energi global.

Kinerja emiten miliknya, BYAN, masih menunjukkan daya tahan. Pada Januari–Juni 2025, pendapatan BYAN tumbuh sebesar 5,33% secara tahunan (YoY) menjadi US$1,62 miliar atau sekitar Rp26,59 triliun, terutama berasal dari penjualan batu bara ke pihak ketiga sebesar US$1,50 miliar.

Aktivitas Lain dan Donasi

Selain itu, Low Tuck Kwong juga melepas 80.000 saham BYAN, dengan harga penjualan Rp13.000 per saham di akhir 2022 lalu. Alhasil, uang sebesar Rp1,04 miliar berhasil dia dapatkan di penghujung tahun kemarin.

Low Tuck Kwong memegang perusahaan energi terbarukan Singapura Metis Energy, yang sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources. Tak hanya itu, dia juga memegang peranan penting di The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric.

Selain itu, Low Tuck Kwong juga mendukung SEAX Global, yang membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan tiga negara, yakni Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Komitmen Sosial dan Lingkungan

Dalam perjalanannya, Bayan Resources telah membawa banyak pembangunan di berbagai wilayah, bahkan sampai daerah yang sangat terpencil. Mereka juga berkomitmen akan selalu melibatkan dan mempekerjakan masyarakat yang berada di sekitar mereka. Bahkan, mereka juga berjanji akan terus berinvestasi dalam infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada Oktober 2019 lalu, Low Tuck Kwong bahkan dilaporkan telah mendonasikan sebanyak $7 juta kepada Dana Lestari ITB, dana abadi dari Institut Teknologi Bandung.

Kehidupan Pribadi dan Keberagaman

Di balik kesuksesannya itu, dia merupakan seorang pria yang hangat dan penuh kasih sayang. Tak hanya menyayangi antar sesama manusia, dia juga sangat peduli kepada binatang. Bahkan menurut Forbes, dia telah mensponsori kebun binatang dengan siamang, beruang madu, burung merak, dan juga orangutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan