Penurunan Debit Air Sungai Kapalo Koto di Kota Padang
Debit air Sungai Kapalo Koto di Kecamatan Pauh, Kota Padang, mulai menurun pada Sabtu (3/1/2026) setelah sebelumnya meningkat sejak Jumat dini hari. Meski debit air telah berkurang, masih terdapat beberapa dampak dari luapan sungai yang mengikis tanah, sehingga menyebabkan akses jalan di sekitar SMPN 44 Padang terputus.
Pantauan lapangan dilakukan oleh sumber lokal sekira pukul 15:26 WIB, dan terlihat bahwa debit air tidak terlalu besar dibandingkan dengan hari sebelumnya. Namun, arus sungai tetap deras dan melebar ke sisi kiri dan kanan. Sebelumnya, alat berat sudah melakukan penggalian material di dasar sungai, namun karena debit air meningkat, akhirnya air mengalir tidak sesuai jalurnya.
Selain itu, air sungai masih terlihat berwarna cokelat keruh. Hal ini menunjukkan adanya sedimen yang terbawa oleh arus air. Warga terus berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat dan mendokumentasikan kondisi jalan yang putus tersebut.
Warga Memperkuat Batas Jalan
Di lokasi jalan putus, warga sekitar meletakkan ranting-ranting kayu cukup besar, agar warga tidak menginjak batas. Hal ini dilakukan karena kondisi tanah masih labil dan selalu tergerus oleh air. Oleh karena itu, dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan masyarakat.
Meskipun jalan utama terputus, warga maupun pengendara roda dua masih bisa melintas menuju Kelurahan Lambung Bukit di kawasan Batu Busuk. Mereka menggunakan jalan setapak yang berada di depan rumah warga.

Alat Berat Melakukan Penggalian
Beralih ke alat berat, tampaknya sedang melakukan penggalian di dasar sungai, dekat dengan jembatan yang membatasi Kelurahan Kapalo Koto dengan Kelurahan Lambung Bukit di kawasan Batu Busuk. Di lokasi tersebut, terlihat sebanyak enam ekskavator atau alat berat. Namun, saat pantauan dilakukan, empat alat berat sedang terparkir dan dua sedang bekerja.
Menurut keterangan warga, Silvia Admi mengatakan bahwa debit air sungai di depan rumahnya sudah mulai berkurang sejak Jumat (2/1/2026) pukul 21:00 WIB. "Namun untuk berkurang sepenuhnya pada Sabtu (3/1/2026) pukul 09:00 WIB tadi," ungkapnya saat ditemui di rumahnya yang berada di tebing sungai.
Silvia menambahkan bahwa debit air pada Jumat kemarin sangat tinggi, namun tidak begitu terlihat lantaran batang sungai melebar. "Karena batang air (sungai) melebar, jadi tidak begitu tampak ketinggiannya, tapi kalau arusnya keliatan sangat deras," pungkasnya.
Ia menyebut, untuk pengerukan material di dasar sungai menggunakan alat berat, sudah dilakukan sejak Sabtu pagi. "Sekira jam 08:00 hingga 09:00 WIB tadi lah, alat berat mulai bekerja, hingga sekarang," tutur Silvia.
"Beruntung tidak turun hujan hari ini, kalau tidak debit airnya akan kembali bertambah," sambungnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar