
Keluarga Gubernur Jabar Jadi Korban Bencana di Aceh
Keluarga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi korban bencana yang terjadi di Aceh. Hingga saat ini, mereka masih hilang kontak dan tidak bisa dihubungi. Pada Kamis 4 Desember 2025, Dedi Mulyadi akan terbang ke Aceh untuk mencari keberadaan keluarganya.
Dedi Mulyadi mengaku khawatir dengan keberadaan anggota keluarganya yang menjadi korban bencana di Aceh. Sejak bencana terjadi hingga kini, ia tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Alhasil, Dedi memutuskan untuk turun tangan langsung dan mencari keberadaan keluarganya di Aceh.
"Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh. Saudara mantan anggota DPRD Aceh tentara. Kakak saya sudah nangis-nangis, kamu teh Gubernur katanya," ujar Dedi Mulyadi, di Gedung Sate, Selasa (2/11/2025).
Rencana Terbang ke Aceh
Dedi Mulyadi berencana terbang langsung ke Aceh untuk mencari keluarganya, sekaligus membantu warga Jabar yang jadi korban bencana di Aceh. Mantan Bupati Purwakarta itu dijadwalkan terbang ke Sumatera pada Kamis 4 Desember 2025 menggunakan pesawat Susi Air.
“Hari Kamis saya akan berangkat ke Sumatra Barat. Jadi saya carter pesawat Susi Air untuk mengangkut barang,” ujar Dedi di Gedung Sate, Selasa (2/12/2025).
“Masa enggak bisa menolong saudara, enggak bisa dihubungi. Saya juga mungkin nanti termasuk akan mencoba mencari saudara saya tuh, bisa ketemu enggak gitu,” tambahnya.
Bantuan untuk Korban Bencana
Dedi Mulyadi menyebut saat ini warga Jabar yang turut menjadi korban bencana di Sumatera masih didata. Nantinya, Pemprov Jabar akan memberikan bantuan langsung kepada para korban.
Bantuan untuk korban bencana, kata Dedi Mulyadi, akan dibeli langsung di wilayah Padang, kemudian akan disalurkan ke beberapa titik yang sangat membutuhkan. Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran.
“Kan tadinya mau dari Pidie dari Aceh atau dari Sumatera Utara, tetapi pertimbangannya barangnya di sana sudah tidak terlalu banyak dan harganya mahal. Sehingga, nanti kita putuskan kita akan belanjanya di Sumatera Barat, di Padang,” katanya.
Dana Bantuan yang Terkumpul
Saat ini, kata dia, sudah terkumpul bantuan sekitar Rp7 miliar dari pihak swasta juga BUMD milik Pemprov Jabar. “Hari ini kita sudah mengumpulkan uang senilai Rp7 miliar. (Sumbernya) banyak lah dari Kadin, Apindo, kemudian dari Korpri, dari Baznas, BJB dan dari saya pribadi,” katanya.
Nasib Warga Aceh yang Hilang Kontak
Pascabanjir di Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, banyak warga masih belum mengetahui keberadaan anggota keluarga mereka yang hilang kontak sejak puncak banjir pada akhir November 2025. Di antara warga yang belum diketahui keberadaannya, terdapat mahasiswa Universitas Samudra (Unsam) dan IAIN Langsa.
Mereka sempat berusaha pulang ke kampung halaman saat banjir melanda, namun perjalanan terhenti akibat akses darat yang terputus. Sebagian mahasiswa yang ngekos di Langsa bahkan nekat menumpang truk angkutan barang setelah transportasi umum tidak lagi beroperasi.
Akses Transportasi Putus
Di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, banjir dengan ketinggian air yang signifikan menyebabkan akses transportasi darat lumpuh total. Jalur Medan–Banda Aceh tidak dapat dilalui, sehingga banyak warga yang terjebak di perjalanan.
Meski kini air mulai surut dan jaringan telekomunikasi perlahan pulih, masih ada keluarga yang belum mengetahui keberadaan kerabat mereka. Hingga hari ini, grup-grup WhatsApp masyarakat masih dipenuhi informasi pencarian anggota keluarga yang hilang kontak.
Update Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Sumatera
Tragedi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus memakan korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan update terkini bahwa total korban meninggal dunia telah mencapai 708 jiwa, sementara 499 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang.
Kapuspedatin BNPB, Abdul Muhari, merinci data korban tersebut berdasarkan wilayah terdampak per sore hari, Selasa (2/12/2025). Peningkatan jumlah korban jiwa didominasi oleh wilayah-wilayah yang baru dapat diakses dan dilaporkan datanya.
Data Korban Berdasarkan Wilayah
- Sumatera Utara: Korban Tertinggi
Provinsi Sumatera Utara mencatat angka korban meninggal dunia tertinggi dari tiga provinsi yang terdampak. - Meninggal Dunia: 294 orang.
- Hilang: 155 jiwa.
-
Wilayah Terdampak Parah: Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
-
Aceh: Fokus Akses Darat
Di Provinsi Aceh, upaya pencarian dan pertolongan masih terkendala akses darat yang terputus di beberapa kabupaten. - Meninggal Dunia: 218 jiwa.
- Hilang: 227 jiwa.
-
Wilayah Sulit Diakses: Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
-
Sumatera Barat: Prioritas Pembukaan Akses
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, fokus utama penanganan adalah pembukaan akses di wilayah yang terisolasi akibat longsor di kawasan Gunung Singgalang. - Meninggal Dunia: 196 orang (per pukul 16.00 WIB).
- Hilang: 117 orang.
- Wilayah Prioritas Pemulihan: Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang.
Abdul Muhari menegaskan bahwa BNPB terus memprioritaskan pemulihan akses ke daerah-daerah yang terisolasi untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan korban yang hilang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar