Dedi Mulyadi Minta Anggaran Infrastruktur Jadi Prioritas 2026


nurulamin.pro, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya perubahan signifikan dalam alokasi anggaran infrastruktur di APBD 2026. Ia meminta Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran agar dapat mempercepat perbaikan fasilitas publik di Kota Kembang.

Dalam pertemuan evaluasi APBD 2026 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bandung, Dedi menekankan bahwa fokus utama perubahan harus berawal dari peningkatan anggaran perbaikan jalan. Ia menginginkan anggaran jalan meningkat tiga kali lipat dari alokasi saat ini. Saat ini, anggaran jalan sebesar Rp135 miliar, namun ia berharap angka tersebut bisa mencapai Rp300 miliar lebih.

"Anggaran jalannya harus meningkat. Saya minta tadi tiga kali lipat dari alokasi yang sudah ada sekarang. Sekarang kan Rp135 miliar, harapan saya kita Rp300 miliar lebih, sehingga jalan Kota Bandung dalam dua tahun ke depan itu mulus semuanya," ujarnya.

Selain akses jalan, sektor Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi prioritas. Dedi membutuhkan total dana sebesar Rp400 miliar agar seluruh sudut kota menjadi terang. Ia menyarankan pengalokasian bertahap sebesar Rp100 miliar pada tahun ini sebagai bagian dari target dua tahun ke depan.

Di sisi lain, Gubernur juga menyoroti aspek kebersihan dengan meminta penambahan personel penyapu jalan agar bisa bekerja dalam dua shift. Menurutnya, meskipun upah petugas sudah cukup tinggi di angka Rp3,9 juta, jumlah personel harus dilipatgandakan karena dinamika kota yang padat.

"Gajinya sudah bagus melebihi kabupaten lain, cuman jumlahnya harus dua kali lipat. Kalau dua kali lipat baru Kota Bandung bersih. Karena namanya kota dengan padat penduduk, isuk-isuk disasakeun (pagi-pagi disapu), jam 8 sudah kotor lagi," ujarnya.

Pihaknya mewajibkan Pemkot Bandung untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp96 miliar untuk pengelolaan sampah yang sebelumnya sempat terlewatkan. Dana tersebut nantinya akan difokuskan pada pengadaan mesin pengolah serta pemberdayaan masyarakat sebagai pemilah sampah sesuai hasil evaluasi dari Pemerintah Provinsi.

Beberapa hal yang menjadi fokus perbaikan antara lain:

  • Perbaikan Jalan
  • Anggaran jalan harus meningkat tiga kali lipat dari Rp135 miliar menjadi minimal Rp300 miliar.
  • Tujuannya adalah menjadikan jalan Kota Bandung mulus dalam dua tahun ke depan.

  • Penerangan Jalan Umum (PJU)

  • Butuh total dana sebesar Rp400 miliar.
  • Pengalokasian bertahap sebesar Rp100 miliar pada tahun ini.

  • Kebersihan Kota

  • Penambahan personel penyapu jalan dalam dua shift.
  • Upah petugas sudah cukup tinggi, namun jumlahnya harus dua kali lipat agar kota tetap bersih.

  • Pengelolaan Sampah

  • Alokasi anggaran sebesar Rp96 miliar.
  • Fokus pada pengadaan mesin pengolah dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan pembenahan menyeluruh mulai dari jalan, penerangan, hingga sistem pengelolaan sampah, Gubernur optimis wajah ibu kota Jawa Barat ini akan berubah total dalam waktu dekat.

"Berdasarkan evaluasi provinsi, Rp96 miliar itu harus dianggarkan, sehingga Kota Bandung 2026 itu nanti menjadi kota yang bersih, tertata, dan berbunga," pungkasnya.

Sebelumnya dalam RAPBD Kota Bandung 2026, anggaran jalan di wilayah yang dipimpin Wali Kota Bandung M Farhan tersebut hanya dipatok sebesar Rp145 miliar. Angka tersebut jauh di bawah belanja hibah yang mencapai Rp345 miliar, dari total APBD Kota Bandung mencapai Rp7,4 triliun.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan