Duka yang Masih Menyisakan Luka
Meski proses hukum terkait kematian Dante masih berjalan, duka mendalam yang dirasakan Tamara Tyasmara sebagai ibunda belum juga mereda. Di tengah kabar bahwa terpidana mengajukan Peninjauan Kembali (PK), Tamara memilih untuk mengungkapkan perasaan terdalam yang selama ini ia pendam.
Saat ditanya apakah ia telah berdamai dengan keadaan atau masih menyimpan amarah, Tamara memberikan jawaban yang lugas dan menusuk. "Namanya dendam susah ya buat hilang. Enggak bakal hilang mau sampai kapanpun," tegas Tamara Tyasmara saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).
Meski demikian, Tamara menyadari roda kehidupan tak bisa berhenti begitu saja. Ia mengaku terus berusaha menata batinnya sedikit demi sedikit, meskipun luka yang ditinggalkan tragedi tersebut tidak akan benar-benar sirna. "Hidup terus berjalan, aku perlahan berusaha ikhlas," ujar perempuan berusia 30 tahun itu.
Mantan istri Angger Dimas tersebut juga mengungkap bahwa ia sempat mencari bantuan profesional untuk memulihkan kondisi mentalnya setelah kehilangan Dante. "Pernah dong (ke psikolog), pasti. Pasti kan butuh bantuan yang lebih profesional juga buat nyembuhin semuanya. Tapi ya perlahan lah bisa bangkit dari kesedihan ini," jelasnya.
Soal hubungan dengan keluarga Yudha Arfandi, Tamara menegaskan bahwa ia tidak membuka ruang komunikasi sedikit pun. Ia merasa tidak ada alasan untuk menjalin kontak dengan pihak yang terlibat dalam hilangnya nyawa sang anak. "Enggak ada pesan-pesan buat keluarga sana. Enggak perlu komunikasi juga sama pihak sana," ucapnya tegas.
Saat ini, fokus utama Tamara Tyasmara hanya tertuju pada pengawalan proses hukum demi menegakkan keadilan bagi Dante. Ia memastikan akan hadir langsung dalam sidang PK jika memungkinkan, atau setidaknya diwakili oleh anggota keluarga.

"Insya Allah pasti kalau emang ada waktunya pas, datang. Kalau enggak, pasti diwakilin sama keluarga. Yang pasti aku tetap ngawal terus biar update perkembangannya gimana," kata Tamara. "Aku cuma berharap keadilan ada untuk Dante," pungkasnya.
Setahun Tidur di Ruang Tamu
Tamara Tyasmara ramai dibahas setelah sang putra, Raden Andante Khalif Pramudityo atau Dante meninggal pada (27/1/2024). Dante menghembuskan napas terakhirnya setelah tenggelam ketika berenang.

Kala itu Dante ditemani pacar Tamara Tyasmara yang bernama Yudha Arfandi. Pada akhirnya Yudha divonis 20 tahun penjara setelah terbukti dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan Dante.
Setahun lebih setelah kematian Dante, Tamara belum sepenuhnya sembuh dari trauma. Ia belum kuat tidur di kamar dan berujung tidur di ruang tamu. Baru akhir-akhir ini Tamara kembali tidur di kamarnya. Hal itu dibeberkannya ketika tampil di YouTube Maia Estianty.
"Jadi aku baru balik ke kamar ini baru mungkin tiga minggu ini, aku baru balik tidur di kamar (setelah setahun ini) tadi aku bobok di ruang tamu," kata Tamara Tyasmara dikutip dari YouTube MAIA ALELDUL TV, Rabu (28/5/2025) via Tribunnews.com.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar