
Banjir Menggenangi Jalan Raya Sungai Ibul, Warga Berikan Bantuan Sosial
Banjir yang melanda wilayah Jalan Raya Sungai Ibul di Kabupaten PALI menimbulkan kondisi darurat. Genangan air mencapai ketinggian setinggi paha orang dewasa, sehingga menghambat perjalanan pengendara motor. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memicu kekhawatiran akan keselamatan.
Ketika air mulai naik, warga setempat menunjukkan sikap solid dengan menyediakan bantuan berupa gerobak kayu untuk membantu pengendara motor melewati genangan. Biaya jasa angkut tersebut tidak dipatok secara pasti, melainkan berdasarkan kerelaan dari pengguna jasa. Seorang warga mengungkapkan bahwa biasanya pengguna jasa memberikan uang sebesar lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah sebagai bentuk dukungan.
Biasanya orang kasih lima ribu sampai sepuluh ribu rupiah, sukarela saja, ujar salah satu warga penyedia gerobak.
Banyak pengendara memilih menggunakan jasa angkut ini ketimbang memaksakan kendaraannya melewati banjir. Aris, salah seorang warga yang ingin melintas, menjelaskan bahwa kedalaman air sudah mencapai mesin motor. Kedalaman air sudah setinggi mesin motor, mending bayar sedikit daripada motor rusak, katanya.
Bantuan dari BPBD PALI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI langsung merespons situasi ini dengan menyiagakan perahu viber secara gratis. Perahu ini digunakan untuk membantu warga yang terjebak banjir dan harus melewati jalur yang tergenang. Tim lapangan BPBD PALI, Mul, menjelaskan bahwa luapan air mulai terjadi sejak pukul 04.00 WIB. Hingga siang hari, ketinggian air masih bertambah akibat kiriman dari hilir menuju hulu.
Air bertambah naik, ini kiriman dari hilir ke hulu. Kami standby dengan perahu viber untuk membantu warga, ujar Mul.
Selain itu, BPBD PALI juga telah mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rendah dan dekat tebing agar meningkatkan kewaspadaan apabila hujan kembali mengguyur kawasan tersebut. Mereka menekankan pentingnya tetap waspada saat hujan turun.
Upaya Gotong Royong Warga
Selain bantuan dari BPBD, warga setempat juga berperan aktif dalam membantu sesama. Dengan adanya gerobak kayu, para pengendara motor dapat melewati genangan tanpa mengalami kerusakan pada kendaraannya. Hal ini menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi di tengah situasi sulit.
Beberapa pengendara memilih membayar biaya jasa angkut meskipun tidak ada aturan formal. Tindakan ini dilakukan karena mereka sadar bahwa risiko kerusakan kendaraan sangat besar jika memaksakan diri melewati air yang dalam.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD PALI terus memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada saat hujan turun. Mereka mengingatkan warga untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan menghindari area yang rentan terkena banjir. Selain itu, warga diminta untuk tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya seperti kenaikan air atau longsoran tanah.
Dengan adanya bantuan dari BPBD dan inisiatif warga, situasi banjir di Jalan Raya Sungai Ibul bisa lebih terkendali. Namun, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar