Desa Wisata Lasiana Jadi Pusat Wisata Kota Kupang

Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Komisi VII ke Kampung Wisata Lasiana

Anggota DPR RI dari Komisi VII, Nila Yani Hardiyanti, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Wisata Lasiana di Kupang. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkuat desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama kunjungan tersebut, Nila Yani menekankan pentingnya standardisasi dalam pengelolaan desa wisata. Ia menilai bahwa dengan standarisasi yang jelas, kualitas layanan dan daya saing destinasi wisata di NTT dapat meningkat secara merata.

Saat ini, terdapat 534 desa wisata di NTT dari total 3.137 desa. Menurut Nila Yani, beberapa desa wisata memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan bagi desa lain. Salah satunya adalah Kampung Wisata Lasiana, yang dinilai mampu menjadi rujukan atau benchmarking dalam penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Desa wisata bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga ekosistem ekonomi rakyat yang harus dikelola dengan standar yang jelas, terukur, dan sesuai karakter lokal. Tanpa standarisasi, desa wisata sulit bersaing di tingkat nasional maupun global, ujar Nila Yani dalam keterangan tertulisnya.

Strategi Pengembangan Desa Wisata

Nila Yani menekankan perlunya kehadiran aktif pemerintah pusat, daerah, hingga desa dalam pengembangan desa wisata. Beberapa strategi yang perlu dilakukan antara lain:

  • Menghadirkan event berskala nasional di Kupang untuk meningkatkan visibilitas dan minat wisatawan.
  • Pelatihan SDM lokal agar masyarakat memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelola wisata.
  • Penetapan SOP pelayanan dengan standar hospitality internasional.
  • Penerapan standar kebersihan dan sistem pengelolaan sampah terpadu di setiap lokasi wisata.

Menurut Nila Yani, jika standar layanan, kebersihan, dan kapasitas SDM terpenuhi, desa wisata dapat memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga dan UMKM, sekaligus memperkuat kebanggaan daerah.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam kunjungan tersebut, Nila Yani berharap momentum ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong desa wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di NTT.

Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pariwisata berbasis masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, desa wisata tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Peran Masyarakat Lokal

Nila Yani menekankan bahwa peran masyarakat lokal sangat penting dalam pengelolaan desa wisata. Mereka harus diberdayakan melalui pelatihan dan program pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga pemangku kepentingan utama dalam pengembangan pariwisata.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kearifan lokal dalam setiap pengembangan desa wisata. Karakteristik budaya dan lingkungan setempat harus dipertahankan agar wisatawan tetap tertarik dan masyarakat setempat merasa bangga dengan keunikan daerahnya.

Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, Nila Yani optimis bahwa desa wisata di NTT dapat menjadi contoh sukses dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan