Detik-Detik Damkar Maros Selamatkan Warga dari Ular Berbisa

Detik-Detik Damkar Maros Selamatkan Warga dari Ular Berbisa

Evakuasi Ular Berbisa di Perumahan Citra Panasakkang Permai

Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros melakukan evakuasi dua ekor ular berbisa yang masuk ke area permukiman warga di Perumahan Citra Panasakkang Permai, Kecamatan Tanralili, pada Jumat (26/12/2025). Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setempat dan memicu respons cepat dari pihak Damkar.

Laporan mengenai keberadaan ular diterima oleh tim Damkar sekitar pukul 10.54 Wita. Dalam waktu enam menit, tim langsung bertindak dan menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit, dimulai pada pukul 11.21 Wita dan selesai pada pukul 11.41 Wita.

Kepala Bidang Pencegahan Damkar Maros, Baso Tajong, menjelaskan bahwa enam personel diterjunkan untuk menangani situasi ini. Dari hasil asesmen di lapangan, tim menemukan dua ekor ular, bukan satu seperti laporan awal. Ular pertama adalah king kobra dengan panjang sekitar dua meter, yang dikenal sangat berbisa dan agresif. Ular kedua adalah ular kopi atau Coelognathus erythrurus.

Menurut Baso, proses evakuasi cukup menegangkan karena sifat agresif king kobra, sehingga anggota harus bekerja sangat berhati-hati untuk menghindari risiko bahaya. Ia mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama yang beraktivitas di ladang atau sawah, karena wilayah ini merupakan habitat alami ular. Ia menyarankan agar warga menggunakan alas kaki yang aman, seperti sepatu lars, saat berada di luar rumah.

Kedua ular saat ini diamankan di Mako Damkar Maros untuk mencegah potensi bahaya bagi masyarakat sekitar. Incident Commander (IC) II, Muhammad Naqib Assegaf, menambahkan bahwa king kobra masuk ke permukiman kemungkinan besar untuk berburu mangsa. “Ular king kobra ini ternyata mengejar ular kopi untuk dijadikan mangsa hingga masuk ke area permukiman warga,” jelasnya.

Proses evakuasi juga sempat terhambat karena lokasi yang dipenuhi semak belukar, sehingga menambah tantangan bagi tim Damkar dalam menangani kedua ular tersebut.

Tantangan dalam Evakuasi Ular Berbisa

Evakuasi ular berbisa tidak hanya membutuhkan keahlian teknis, tetapi juga ketenangan dan kesiapan mental. Tim Damkar harus berhati-hati dalam menangani ular yang memiliki sifat agresif, terutama king kobra yang dikenal sangat berbahaya. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi selama proses evakuasi:

  • Sifat Agresif Ular
    King kobra memiliki sifat yang sangat agresif, terutama jika merasa terancam. Hal ini membuat tim harus mempersiapkan strategi khusus agar tidak terjadi cedera serius.

  • Lokasi yang Sulit Diakses
    Area permukiman yang dipenuhi semak belukar membuat pergerakan tim menjadi lebih sulit. Lokasi ini juga menyulitkan pengawasan terhadap pergerakan ular.

  • Risiko Bahaya bagi Petugas
    Meskipun sudah dilengkapi alat keselamatan, risiko cedera tetap ada. Tim harus selalu waspada dan berkoordinasi dengan baik selama proses evakuasi.

Langkah Pencegahan untuk Warga

Untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan, Baso Tajong menyarankan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh warga:

  • Meningkatkan Kesadaran Lingkungan
    Warga disarankan untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama saat berada di luar rumah atau sedang bekerja di lahan pertanian.

  • Menggunakan Alas Kaki yang Aman
    Sepatu lars atau jenis alas kaki lain yang tahan terhadap gigitan ular sangat dianjurkan, terutama saat berada di daerah yang berpotensi tinggi.

  • Tidak Mengganggu Hewan Liar
    Warga diimbau untuk tidak mengganggu hewan liar, termasuk ular, karena bisa memicu reaksi agresif dari hewan tersebut.

Penutup

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama di daerah yang berdekatan dengan habitat alami ular. Dengan peningkatan kesadaran dan penerapan langkah pencegahan, risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan