
Kehidupan Ida Setelah Banjir Bandang Menghancurkan Kampungnya
Ida, seorang perempuan berusia 64 tahun, berhasil selamat dari banjir bandang yang menghancurkan kampungnya di Jorong Koto Alam, Agam. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari dan akhirnya memicu banjir yang sangat mengerikan.
Banjir bandang tersebut menyeret banyak rumah warga dan menyebabkan kerusakan parah. Ida mengaku trauma dengan kejadian ini, namun ia tetap kembali ke rumah meskipun kondisinya sangat memprihatinkan.
Pengalaman Menakutkan Saat Banjir Terjadi
Kamis (27/11/2025) sore menjadi hari paling menakutkan dalam hidup Ida. Saat itu, hujan deras yang berlangsung selama hampir 10 hari akhirnya semakin parah. Ida sedang melakukan rutinitas harian, yaitu memasukkan anak ayam peliharaannya ke dalam kandang.
Di tengah hujan yang deras, ia mendengar suara gemuruh yang awalnya ia kira suara pesawat. Namun, saat melihat ke arah jalan, Ida langsung melihat banjir bandang yang tingginya setinggi pohon kelapa. Ida panik dan langsung lari ke belakang rumah yang lebih tinggi.
Dari sana, ia melihat rumah-rumah tetangganya di bantaran sungai dihantam oleh arus besar. Meski berhasil menyelamatkan diri bersama keluarganya, Ida masih merasa trauma. Teras rumahnya rata dengan tanah, sementara beberapa rumah tetangga rusak parah bahkan hilang tersapu arus.
Trauma dan Ketakutan yang Masih Membekas
Ida mengaku masih dihantui ketakutan bahwa bencana serupa bisa terulang kembali. Ia juga kehilangan banyak tetangganya, ada yang meninggal dan ada yang masih dinyatakan hilang. Ida berharap musibah ini tidak akan terulang lagi.
Menurut Ida, banjir bandang ini adalah kejadian pertama yang melanda kampung mereka. “Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya,” ujarnya dengan tegas.
Akibat terjangan banjir, teras rumah Ida hancur berkeping-keping. Kayu besar dan material banjir bandang menumpuk di depan rumah, bahkan menghimpit sebuah mobil pick-up dan motor anaknya juga rusak tersapu material banjir. Rumah tetangganya yang berada di depan dan samping kini rata dengan tanah.
Perubahan yang Terlihat di Sekitar Rumah
Ida sekarang bisa melihat rumah di jorong sebelah di atas bukit, dari rumahnya. Sesuatu yang sebelumnya tak pernah mungkin terlihat karena tertutup deretan rumah warga. “Itu rumah di atas bukit dulu tak pernah kelihatan. Sekarang kelihatan karena rumah-rumah di depan saya ini hilang semua,” ujarnya sambil menunjuk ke arah bukit.
Ida baru berani kembali ke rumah kemarin sore setelah beberapa hari mengungsi di posko nagari. “Baru kemarin kembali. Untuk sekarang mau tinggal di rumah dulu,” katanya.
Kondisi Lokasi Pasca-Banjir
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa material banjir bandang seperti kayu-kayu besar, bongkahan tanah, hingga tiang listrik roboh masih berserakan di sekitar rumah Ida. Beberapa mobil terlihat terjebak di lumpur di akses menuju Koto Alam.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang. Proses evakuasi dan pembersihan masih terus berlangsung untuk memastikan keselamatan warga dan memperbaiki kondisi lingkungan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar