Detik-detik Siswi SD Bunuh Ibu Kandung, Motif Terungkap di Medan

Motif Siswi SD Membunuh Ibu Kandung Terungkap

Seorang siswi kelas 6 SD di Medan, Sumatera Utara, tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan memicu penelitian lebih lanjut oleh pihak berwajib. Dalam penyelidikan, polisi menemukan beberapa kejanggalan di lokasi kejadian yang akhirnya mengungkap motif sebenarnya dari tindakan tragis tersebut.

Motif yang terungkap adalah karena pelaku nekat menusuk ibunya untuk membela kakaknya. Pelaku, yang dikenal dengan nama AI atau SAS, merupakan anak kedua dari korban Faizah Soraya (42). Usianya masih 12 tahun dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di kantor polisi. AI duduk di bangku kelas 6 SD dan kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Masih proses pendalaman dan pemeriksaan," ujarnya. AI menjalani pemeriksaan dengan didampingi ayahnya, Alham Wumala Siagian. Meski demikian, Bayu belum dapat memberikan informasi lengkap mengenai motif pelaku.

Pengungkapan Informasi oleh Kepala Lingkungan

Kepala Lingkungan (Kepling) V Tanjung Rejo, Tono, menceritakan bahwa ia menerima laporan tentang kejadian ini sekitar pukul 05.00 WIB. "Saya terima informasi abis subuh jam 5 lewat," katanya. Sesampainya di rumah Faizah, Tono melihat ada ambulans dan petugas medis dari Rumah Sakit Colombia Medan.

"Pas dicek udah gak ada, udah meninggal katanya. Pihak lakinya suruh saya telepon polsek," kata Tono dikutip dari video Facebook Tribun Medan. Menurut Tono, pelaku merupakan anak kedua korban. "Pelakunya anaknya, korbannya ibu kandungnya. Yang paling kecil," katanya.

Tono mengungkap bahwa AI diduga kesal kepada sang ibu karena cekcok saat malam sebelumnya. "Gak ada (cekcok). Cuma tadi saya tanya ayahnya, semalam kakaknya (pelaku) dimarahin sama korban," katanya. Akibat dari omelan sang ibu, pelaku kesal karena kakaknya dimarahi.

Hubungan Keluarga yang Harmonis

Meskipun kejadian ini sangat mengejutkan, hubungan keluarga Faizah Soraya tergolong harmonis. Keluarga tersebut sudah tinggal di rumah itu sekitar 20 tahun. "Akrab seperti anak sama mama, gak ada jarak lah. Pagi berangkat diantar ke grab, diberikan sarapannya, bekalnya," kata Tono.

Namun, peristiwa ini menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga. Alham Wumala Siagian, ayah dari korban, masih dalam kondisi berduka dan belum bisa dimintai keterangan. "Maaf yah saya masih berduka," katanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan