
Penangkapan Gembong Narkoba di Kamboja
Dewi Astutik, seorang gembong narkoba yang ditangkap oleh Badan Nasional Narkotika (BNN) di Kamboja, ternyata juga menjadi buronan Korea Selatan. Penangkapan ini menandai akhir dari pelarian yang dilakukannya selama beberapa tahun terakhir. Dewi Astutik diketahui terlibat dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu yang melibatkan jaringan Golden Triangle.
Golden Triangle atau segitiga emas merupakan perbatasan antara Thailand, Myanmar, dan Laos. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat utama produksi opium dan heroin di dunia. Istilah Segitiga Emas pertama kali diciptakan pada tahun 1971 oleh Asisten Menteri Luar Negeri AS, Marshall Green. Secara geografis, kawasan ini berada di sekitar Sungai Mekong dan Sungai Ruak, yang menjadi titik pertemuan tiga negara tersebut.
Dewi Astutik, yang lahir pada 8 April 1983 di Ponorogo, Jawa Timur, berhasil diamankan saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan ini dilakukan secara cepat dan presisi tanpa menimbulkan gangguan publik. Setelah diamankan, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antar otoritas.
Operasi penangkapan ini melibatkan kolaborasi antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, memimpin operasi lintas negara ini atas perintah dari Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh. Di sisi lain, kerja sama erat dijalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja, Chuon Narin, beserta jajarannya yang membantu proses penangkapan dan pengamanan di lapangan.
BNN menegaskan bahwa penindakan tidak berhenti pada penangkapan, tetapi akan berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir. Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa pengungkapan ini berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika.
Jejaring Internasional Narkoba
Dewi Astutik diketahui terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara. Jejaring ini melakukan pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, menuju Asia Timur dan Asia Tenggara. Proses pemindahan tersangka dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (2/12/2025) sore.
Dewi Astutik, yang juga menjadi buronan Korea Selatan, diketahui telah pindah-pindah negara untuk menghindari penangkapan. Ia pernah bekerja di Hongkong dan Taiwan, dan terakhir ini katanya di Kamboja. Fakta ini dibenarkan oleh Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, yang mengakui foto sosok perempuan yang menjadi buronan itu adalah warganya. Namun bukan Dewi Astutik, identitas nama aslinya berinisial PA. Diduga ia memalsukan identitas dengan milik seorang anggota keluarganya.
Mengenal Golden Triangle
Golden Triangle atau segitiga emas merupakan perbatasan antara Thailand, Myanmar, dan Laos. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat utama produksi opium dan heroin di dunia. Total profit dari kawasan tersebut tembus 160 miliar dolar AS per tahun. Sebagian besar produksi narkotika ini berasal dari Myanmar yang juga dikenal penghasil opium terbesar kedua setelah Afghanistan.
Berdasarkan laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), segitiga emas telah menjadi jalur perdagangan narkoba yang sangat besar. Kawasan ini berfungsi sebagai koridor utama produksi dan perdagangan opium, heroin, dan bahkan narkoba sintetis seperti metamfetamin yang menyebar ke seluruh Asia Pasifik.
Selain dikenal sebagai kawasan yang lekat dengan narkotika, Golden Triangle juga menjadi lokasi wisata terkenal seperti Sop Ruak yang merupakan patung Buddha besar yang terletak di atas puncak bukit dan menghadap ke Sungai Mekong. Kota-kota lainnya di sekitar segitiga emas juga menawarkan berbagai daya tarik, seperti Chiang Saen, Mae Sai, Doi Mae Salong, dan Cagar Alam Bokeo.
Di sana, pengunjung dapat berpartisipasi dalam pengalaman unik seperti "pengalaman siamang", di mana wisatawan dapat mengamati siamang di habitat aslinya. Selain itu, Huay Xai, ibu kota provinsi Bokeo di Laos, adalah tempat yang kaya dengan budaya, terkenal dengan Kuil Jom Khao Manilat yang bersejarah, serta berbagai restoran dan pasar lokal yang menyajikan hidangan khas Laos.
Bagi para wisatawan yang menyukai petualangan, segitiga emas menawarkan berbagai kegiatan menarik, seperti perjalanan perahu di Sungai Mekong yang menakjubkan, serta tur sepeda dan sepeda motor keliling wilayah tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar