
Program SPPG Pekayon Jaya Bekasi Berdampak Positif pada Kesejahteraan Keluarga
Program SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Pekayon Jaya, Bekasi, telah memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan keluarga para relawan. Setelah bekerja selama 14 hari, para ibu rumah tangga di sekitar lokasi merasakan peningkatan ekonomi yang nyata. Dewi dan Hety adalah dua contoh dari banyaknya relawan yang kini mampu berkontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Pengalaman Dewi: Dari Tunggu Suami hingga Bisa Membantu Sendiri
Dewi, salah satu relawan di unit cuci ompreng, mengungkapkan bahwa penghasilannya selama 14 hari bekerja di SPPG membantunya memenuhi kebutuhan sekolah anaknya. Dahulu, ia harus menunggu suami memiliki uang tambahan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti sepatu, tas, atau buku. Namun kini, ia sudah bisa membelinya sendiri.
"Alhamdulillah saya bisa membantu ekonomi keluarga, tadinya anak kalau mau beli kebutuhan sekolah seperti sepatu, tas, buku harus nunggu suami ada duit, sekarang alhamdulillah kebeli setelah jadi relawan," kata Dewi saat ditemui di lokasi.
Selain itu, ia juga kini ikut menutup biaya listrik dan kebutuhan makan harian. Baginya, pekerjaan ini memberi ruang untuk lebih mandiri dalam membantu keluarga. Ia berharap pengoperasian SPPG dapat terus bergulir karena manfaatnya besar, baik bagi penerima makan bergizi gratis maupun bagi warga yang mendapatkan kesempatan bekerja.
Cerita Hety: Menambah Pendapatan Keluarga
Hety, relawan yang bertugas di unit persiapan distribusi, menyebut gaji dari SPPG membantu menambah pendapatan suami yang sebelumnya menjadi satu-satunya sumber nafkah keluarga. Ia sangat setuju dengan program SPPG karena sebelumnya, para ibu di sekitar sini hanya menjadi ibu rumah tangga dan mengandalkan gaji suami. Bahkan ada suaminya tidak bekerja, tetapi kini mereka bisa saling membantu.
"Saya sangat setuju sekali dengan program SPPG ini karena tadinya ibu-ibu yang di sekitar sini jadi ibu rumah tangga dan mengandalkan gaji suami, dan bahkan ada suaminya tidak bekerja, sekarang jadi bisa membantu suaminya, termasuk saya," tutur Hety.
Ia mengatakan suasana kerja di SPPG cukup nyaman. Para relawan saling mendukung, mulai dari persiapan bahan makanan sampai distribusi ke penerima manfaat. Hety berharap program tersebut tidak berhenti dalam beberapa bulan saja.
"Harapannya pengennya semoga programnya lebih panjang lagi dan jangan hanya sekedar berapa bulan tapi diperluas lagi dan kami relawan di sini niatnya juga membantu anak-anak agar lebih maju dan cerdas," ucapnya.
Struktur dan Operasional SPPG Pekayon Jaya
SPPG Polri Pekayon Jaya Bekasi dipimpin oleh Muhammad Hanif Fadani. Tempat ini mulai beroperasi pada Jumat 24 Oktober 2025 dengan total 47 pekerja. Unit kerja terdiri dari Persiapan, Pengolahan, Pemorsian, Distribusi, Driver, Cuci ompreng, OB, Security, dan Asisten Lapangan.
Unit dengan jumlah petugas terbanyak adalah Pemorsian dengan 13 orang. Seluruh petugas bekerja delapan jam per hari. Hanif menyampaikan total penerima manfaat saat ini mencapai 2902 orang, mendekati batas maksimal yang ditetapkan Badan Gizi Nasional sebanyak 3000 orang.
"Mungkin ke depan di periode berikutnya akan ada perubahan data, baik dari posyandu maupun sekolah, dan nantinya akan ada penambahan sekolah lagi," ujar Hanif.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar