Dikagumi Karena Sholehah, Sani ASN Disdik Kabupaten Bogor Tertangkap Saat Tinggal Bersama Suami Oran

Kehidupan Pribadi ASN yang Berujung pada Perselingkuhan

Sudarno, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, mengakui memiliki perasaan kagum terhadap Sani Handayani. Ia menilai Sani sebagai sosok yang sholehah dan menjunjung nilai-nilai kehidupan yang baik. Namun, perasaan tersebut justru membawanya ke jalur yang tidak benar.

Sudarno berada di golongan IV A di Disdik Kabupaten Bogor. Jabatannya sebagai Pendamping Satuan Pendidikan SMP Wilayah Kecamatan Pamijahan membuatnya memiliki tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan. Namun, kehidupan pribadinya justru menjadi sorotan setelah ia memutuskan untuk menceraikan istrinya, Titin Supartini, yang merupakan guru di SMA Negeri 1 Pamijahan.

Dari pernikahan mereka sejak tahun 1999, Sudarno dan Titin dikaruniai tiga anak. Namun, pada tahun 2018, Titin mengalami sakit yang memengaruhi hubungan suami istri mereka. Daripada setia mendampingi sang istri, Sudarno justru memikirkan nafsunya sendiri. Pada bulan September 2024, ia meminta izin untuk melakukan poligami. Karena istrinya menolak, Sudarno akhirnya menceraikan Titin demi memenuhi keinginan pribadinya.

Pada 21 Mei 2025, Sudarno mengakhiri pernikahannya dengan menjatuhkan talak secara lisan. Dalam surat pernyataan yang dibuatnya pada 10 Juni 2025, ia menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apapun dengan Sani Handayani. Ia hanya merasa kagum karena sifat sholehah Sani. Namun, bukti-bukti chat antara keduanya menunjukkan bahwa hubungan mereka jauh lebih dari sekadar rasa kagum.

  • Dalam chat yang ditemukan, Sudarno dan Sani mengaku sudah berhubungan badan sejak Mei 2024. Mereka bahkan saling mengungkapkan perasaan yang kuat satu sama lain. Contoh pesan yang tercatat adalah:
  • Sudarno: "Ini aku jawab dengan jujur ya. Perhatian, kemanjaanmu, suaramu dalam nyanyi, termasuk layanan ranjang (maaf ya) itu semua aku sangat suka. Istriku yang sekarang tidak bisa ini semua."
  • Sani: "Lain x jgn turuti ketika aq minta... Mungkin saat itu ada syetan yang menggoda aq.. astaghfirullah.."
  • Sudarno: "Aku ngak tega lihat dikau sedih. Aku pengen bahagiain dikau. Pengen lihat dikau bahagia say."
  • Sani: "Tapi bukan dengan cara disetubuhi tanpa nikah..."
  • Sudarno: "Iya harus halal."

Bahkan, Sani tidak meminta maaf ketika anak Sudarno, Dila, melabraknya melalui WhatsApp. Ia malah menantang akan segera menikah dengan Sudarno. Pesan yang ditulisnya adalah:

  • "Kamu blom pham dengan derita papih mu selama mm mu sakit... seiring waktu nanti kamu akan pham... Dari pada saya dihina trus2an saya akan segera menikah dengan papih kamu.!!"

Selain itu, pada tanggal 5 Desember 2020, Dila menggerebek ayahnya bersama Sani. Saat itu, keduanya tinggal bersama di sebuah rumah milik Titin yang akan diwariskan kepada putrinya. Ternyata, Sani juga bekerja sebagai ASN di Kabupaten Bogor. Ia berusia 57 tahun dan bekerja sebagai pengawas di Disdik.

Meski Sudarno membantah adanya hubungan spesial dengan Sani, fakta-fakta yang muncul menunjukkan bahwa hubungan mereka melebihi batas. Ini menjadi contoh bagaimana kehidupan pribadi seseorang dapat memengaruhi karier dan kehidupan keluarga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan