Dikhianati, Wardatina Pilih Mati Daripada Nikahi Inara Rusli: Tindakan Hina

Perasaan Hancur dan Kehilangan yang Dalam

Wardatina Mawa mengungkapkan perasaan yang sangat dalam saat menjadi tamu dalam sebuah podcast. Ia menyatakan bahwa lebih baik melihat Insanul Fahmi meninggal dunia daripada harus merasakan dikhianati oleh orang yang ia cintai. Pernyataan ini menunjukkan betapa dalamnya luka yang dirasakan oleh Mawa setelah mengetahui bahwa suaminya telah mengkhianatinya dengan Inara Rusli.

Mawa menyebut tindakan yang dilakukan oleh Insan dan Inara sangat pahit dan hina. Ia menjelaskan bahwa pengalaman melihat tindakan yang dianggap hina dari keduanya membuat hatinya jauh lebih hancur dibandingkan jika Insan pergi karena maut. Bagi Mawa, luka akibat pengkhianatan terasa jauh lebih menyakitkan dibandingkan kehilangan seseorang secara alami.

"Kayaknya aku lebih milih diambil Tuhan deh, Bun," ucap Mawa, dikutip dari YouTube Maia ALELDUL TV, Senin (8/12/2025). Ia melanjutkan bahwa ia tidak sanggup menghadapi kenyataan pahit yang tersaji di depan matanya. "Karena aku enggak siap untuk melihat ternyata ya di dunia, sepahit ini aku melihat tindakan perbuatan hinanya mereka," tegasnya.

Menurut Mawa, jika kepergian Insan terjadi karena maut, setidaknya yang tersisa di ingatannya adalah kebaikan-kebaikan yang pernah ada. "Mohon maaf ya. Itu kayaknya walaupun pedih, kita jatuh, tapi paling enggak kenangannya indah gitu," kata ibu satu anak itu.

Meski tengah berada dalam masa sulit, Mawa mencoba memetik hikmah dari ujian hidup tersebut. Ia mengaku masih berada dalam fase penolakan, namun di saat bersamaan mulai merasakan sisi ikhlas dan syukur. "Sebenarnya masih denial (fase penolakan) juga dengan peristiwa yang sudah terjadi di kehidupan aku. Tapi di satu sisi, aku ada bentuk rasa ikhlas dan bersyukur," ungkapnya.

Menurut Mawa, tanpa kejadian ini ia mungkin akan terus terjebak dalam hubungan yang salah. "Karena kalau mungkin aku enggak dikasih petunjuk kayak gini, mungkin aku berlaru-larut dengan cinta yang salah. Dan aku ngerasa effort sendirian di pernikahan ini yang aku perjuangkan sendirian," sambung wanita 25 tahun tersebut.

Ia pun meyakini bahwa dirinya tak akan pernah dianggap baik di mata Insan, sekeras apa pun ia berusaha. "Day to day-nya, aku enggak bakalan ternilai baik di mata dia. Jadi aku bersyukurnya Allah ngasih petunjuk ini dan mungkin aku dijauhkan dari golongan orang-orang yang bisa dibilang buruk," tutup Mawa.

Fokus pada Proses Hukum

Inara Rusli dan Insanul Fahmi sebelumnya telah dilaporkan oleh konten kreator muslimah, Wardatina Mawa ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan. Di tengah ramainya masalah ini, Wardatina Mawa rupanya membuka peluang damai dan memaafkan perbuatan dari suaminya dan mantan istri musisi Virgoun itu.

Namun, konten kreator 25 tahun ini tetap melanjutkan proses hukum yang tengah berjalan. Hal itu diungkap oleh tim kuasa hukum Mawa. "Kalau memaafkan seperti statement sebelumnya ya mungkin dia memaafkan. Tapi memang pesannya kepada tim kami adalah untuk proses hukum tetap berjalan," ungkapnya.

Tim kuasa hukum pun memastikan bahwa memang kliennya ingin penjarakan Insan dan Inara. "Iya (penjarakan keduanya), sebagai efek jera," ucapnya. Mawa ingin memberikan efek jera buntut perbuatan yang dilakukan oleh keduanya. Pasalnya, Mawa yang statusnya masih menjadi istri sah tak mengetahui suaminya menikah siri dengan janda tiga anak itu.

Sementara Mawa disebut telah membulatkan tekadnya untuk bercerai dengan Insan. Namun sampai saat ini Mawa belum memasukkan gugatan cerai lantaran masih fokus pada laporan yang sudah masuk di kepolisian. "Memang keinginan bercerai sudah ada dan insyaAllah sudah mantap. Tapi kalau memang memasukkan berkas atau apapun itu sampai saat ini belum, karena kami pun masih berproses di penyelidikan di Polda, jadi kami berkonsentrasi dulu terhadap laporan di Polda," terangnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan