Dimas Seto Kenang Perubahan Gary Iskak: Pergantian Hidup Sebelum Meninggal

Kenangan dan Perubahan Gary Iskak yang Menyentuh

Dimas Seto, seorang artis ternama, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian aktor Gary Iskak. Kepergian Gary meninggalkan kesan mendalam bagi banyak rekan sesama artis, termasuk Dimas yang memiliki hubungan dekat dengan almarhum.

Gary Iskak, yang pernah tinggal di Tabalong, Kalimantan Selatan saat masa kecilnya, dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. Berita ini mengejutkan banyak pihak karena Gary sebelumnya dikenal sedang berusaha memperbaiki diri dan menjalani hidup lebih tenang. Sebagai rekan sesama artis, Dimas Seto menyaksikan secara langsung perubahan yang terjadi pada Gary sebelum ia wafat.

Dimas mengingat bagaimana Gary perlahan menunjukkan sifat yang lebih dewasa dan bijak dalam menjalani kehidupannya. Belakangan, Gary Iskak juga dikenal telah berhijrah dan lebih mendalami ilmu agama. Dimas Seto merasa bersyukur karena Gary memilih untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik hingga akhir hayatnya, meninggalkan kesan positif bagi orang-orang yang mengenalnya.

"Alhamdulillah almarhum juga di akhir hayatnya masyaAllah selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi," ucap Dimas, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (1/12/2025). Ia mengaku ikut senang atas perubahan yang ditunjukkan oleh aktor 52 tahun itu. Bahkan baru-baru ini, Dimas juga sempat bertemu dengan Gary di satu acara kajian.

"Ya alhamdulillah kita senang melihatnya, kan pada dasarnya kita semua ini akan berakhir."
"Dua minggu lalu kayaknya ketemu sama istri beliau pas kajian," tutur Dimas.

Dikatakan Dimas, bahwa suami artis Richa Novisha itu juga aktif dalam kajian. Gary disebutnya selalu menyempatkan diri untuk datang di tengah kesibukannya. Ia pun mengapresiasi atas usaha Gary untuk berubah menjadi lebih baik.

"Alhamdulillah (aktif), di saat waktunya sempat beliau hadir."
"Ya berjalannya waktu maksudnya sampai saat ini beliau berusaha jadi lebih baik, dan selalu belajar," ujar pemain film Si Buta dari Gua Hantu itu.

Kehadiran Gary dalam Hati Richa Novisha

Kepergian Gary tentu meninggalkan duka mendalam terutama bagi sang istri, Richa Novisha. Tiga hari kepergian Gary Iskak, Richa Novisha mengaku belum pernah bermimpi tentang almarhum. Meski demikian, wanita kelahiran Bogor, 6 November 1985 itu masih merasakan kehadiran mendiang sang suami di rumah.

"Mimpi sih enggak, tapi masih berasa ada di rumah, di sini, in everywhere," ucap Richa yang kerap disapa Icha ini, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (2/12/2025).
"Aku masih merasa dia masih ada," sambungnya.

Bahkan, Richa Novisha mengaku sudah kangen dengan aktor keturunan Belanda itu. Ia pun mengungkapkan cara sederhana yang dilakukannya demi mengobati rasa rindu kepada Gary Iskak.

"Oh, sudah (merasakan rindu). Bukan lagi, kangen," kata Icha.
"Ngobati rindunya ya tidur aja di bantalnya. Anak-anak juga pada pakai barang-barangnya," tambahnya.

Richa bahkan mengatakan bahwa anak-anaknya saling berebut untuk mengenakan baju kesayangan mendiang.
"Taqya senang banget pakai. Sebenarnya kan udah dipakai sama kakaknya diambil jadi rebutan."
"Aku mau pakai yang itu sweaternya kesayangan almarhum. Jadi pakai terus sama dia," ujarnya.

Kecelakaan yang Membawa Maut

Gary diketahui meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor Yamaha RX-King di Jalan Kesehatan, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025) dini hari. Kecelakaan maut tersebut dialami Gary Iskak di depan tempat cuci mobil Rainbow pukul 00.30 WIB. Jenazah Gary Iskak pun telah dimakamkan pada Sabtu sore di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam mengonfirmasi kabar meninggalnya Gary. Ia menuturkan, korban menabrak hingga terpelanting ke jalan raya.
"Dari keterangan saksi, korban (Gary Iskak) menabrak (out control) hingga terpelanting ke jalan," kata Seala Syah Alam.

Luka di Kepala dan Proses Penyelidikan

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menuturkan korban saat mengendarai motornya menabrak pohon.
"Akibat kecelakaan korban mengalami luka di kepala, kondisi tidak sadar dan meninggal dunia di RSPPN Soedirman," terangnya kepada wartawan, Sabtu.

Sebelum laka lantas terjadi, korban mengendarai motornya dari arah timur ke barat di Jalan Kesehatan Raya Wilayah Pesanggrahan Jakarta Selatan. Sesampainya di depan Rainbow Car Wash, korban menabrak pohon sehingga terjadi kecelakaan tunggal.
"Kondisi motor mengalami kerusakan," ungkapnya.

Kombes Budi mengatakan saat ini penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Satu lembar STNK B 68 W beserta satu lembar SIM C atas nama korban sementara diamankan sebagai barang bukti.
"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum atas insiden kecelakaan tersebut," pungkasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan