
DPKP Kalsel Meraih Penghargaan Top Influencer dalam Penganugerahan AMPK
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Pada malam penganugerahan Apresiasi Media Pemprov Kalsel (AMPK), yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, instansi ini meraih Penghargaan Top Influencer. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, diwakili Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada SKPD yang aktif menyampaikan informasi pembangunan daerah secara terbuka, cepat, dan berkelanjutan. Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Malam ini kami kembali mendapatkan anugerah sebagai terbaik pertama, ujarnya.
Syamsir menegaskan prestasi ini bukan hanya miliknya, tetapi merupakan buah kerja keras seluruh jajaran DPKP Kalsel, mulai dari sekretariat, kepala bidang, kepala UPT, hingga tim humas yang setiap hari memastikan informasi pembangunan pertanian tersampaikan kepada publik.
Ini semua adalah dukungan dari semua pihak. Setiap hari kami menyampaikan perkembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, baik keberhasilan maupun hambatan. Transparansi adalah kebutuhan masyarakat Kalimantan Selatan, jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Gubernur Kalsel secara langsung mengikuti laporan-laporan yang disampaikan DPKP, sehingga menjadi dorongan tersendiri agar penyampaian informasi dilakukan cepat dan akurat.
Capaian Sektor Pertanian Kalsel
Lebih lanjut, Syamsir memaparkan capaian sektor pertanian Kalsel. Tahun ini, produksi padi Kalsel mencapai 1.163.000 ton, tertinggi di regional Kalimantan, sementara kebutuhan provinsi hanya sekitar 600 ribu ton. Artinya, hampir separuh produksi Kalsel ikut menyuplai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Beberapa provinsi lain di regional Kalimantan mengalami fluktuasi bahkan penurunan produksi, namun Kalsel berhasil mempertahankan tren positif. Prestasi besar juga diraih di tingkat nasional. Setelah tiga tahun berturut-turut ditempati Bali, tahun ini Kalimantan Selatan berhasil menjadi Juara 1 Nasional Ketahanan Pangan, beber Syamsir.
Capaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, terutama dengan TNI, Polri, dan Badan Intelijen Daerah (Binda) dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Ini adalah upaya bersama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terpenuhi. Ketersediaan pangan kita aman. Ketika daerah lain kekurangan, kita justru berlebih, dan itu harus kita syukuri sambil tetap waspada, ujarnya.
Keberlanjutan Informasi Publik
Syamsir mengajak seluruh SKPD untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Kita adalah pembantu-pembantu pimpinan daerah. Informasi tentang pembangunan harus tersampaikan kapan saja, siang maupun malam, tambahnya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Distan Kalsel untuk terus memperkuat komunikasi publik sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Banua.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar