Dinding rumah retak, keluarga mengungsi akibat tanggul Sungai Slumbung terkikis

Kerusakan Tanggul Sungai Slumbung Ancam Keselamatan Warga Jombang

Di Dusun Penggaron, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tanggul Sungai Slumbung mengalami kerusakan yang semakin memprihatinkan. Kerusakan ini berdampak langsung pada keselamatan warga setempat, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Beberapa rumah yang berdiri di dekat sungai kini mengalami retakan parah. Bahkan, sebagian penghuninya memilih untuk meninggalkan tempat tinggal mereka karena khawatir akan terjadi longsor susulan. Data lapangan menunjukkan bahwa sedikitnya tujuh rumah terdampak oleh pergerakan tanah akibat erosi yang terus berlangsung.

Retakan pada bangunan diperparah oleh curah hujan yang tinggi dan banjir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat retakan semakin melebar dan memperburuk situasi keamanan warga.

Kepala Dusun Penggaron, Mahmud Nasution, menjelaskan bahwa kerusakan tanggul bukanlah hal baru. Sudah bertahun-tahun, tanggul tersebut tergerus oleh aliran air. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuat daya dukung tanah semakin melemah, sehingga berdampak langsung pada bangunan-bangunan warga.

"Kerusakan ini bukan baru. Sudah bertahun-tahun tanggul tergerus, dan sekarang dampaknya makin terasa. Ada rumah yang retak berat, bahkan dapurnya sudah miring karena tanahnya turun," ucap Mahmud saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, demi menghindari risiko yang lebih besar, satu keluarga memilih mengungsi setelah melihat kondisi bangunan yang terus memburuk. Menurutnya, retakan yang semula kecil kini bertambah lebar dalam dua minggu terakhir pascabanjir.

Sujiono (50), salah satu warga terdampak, juga menyampaikan keluhannya. Ia mengaku rumahnya mulai menunjukkan tanda kerusakan sejak dua bulan lalu dan semakin parah saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

"Kalau hujan deras rasanya rumah bergetar. Retakannya makin lama makin besar, sampai tembok kamar terbelah. Sekarang saya tidur di ruang tamu karena takut ambruk," kata Sujiono.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan, tidak hanya dengan pendataan, tetapi juga langkah nyata berupa penguatan tanggul dan bantuan perbaikan rumah. Mereka khawatir jika dibiarkan, pergerakan tanah akan semakin luas dan mengancam permukiman lainnya.

"Saya dan warga yang terdampak khawatir kalau terus dibiarkan ini lebih parah dan bisa merembet ke permukiman lain," ungkapnya.

Di tengah cuaca yang belum bersahabat, warga Dusun Penggaron kini hanya bisa berharap perbaikan tanggul Sungai Slumbung segera direalisasikan. Tanpa langkah cepat, ancaman longsor dikhawatirkan akan semakin besar dan membahayakan keselamatan jiwa.

BPBD Tinjau Lokasi

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang memastikan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Jombang melalui Supervisor Pusdalops, Stevy Maria, menyebutkan, hasil asesmen menunjukkan beberapa rumah berada dalam kondisi rawan.

"Ada sekitar empat sampai lima rumah yang masuk kategori terancam. Beberapa tanggul terlihat menggantung, dan dinding rumah warga sudah mengalami retakan cukup serius," jelas Stevy saat dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, kondisi tanggul semakin memburuk setelah banjir terakhir. Retakan tanah dan bangunan terus bertambah, sehingga membutuhkan penanganan lintas instansi.

"BPBD sudah tiga kali melakukan asesmen dan kami juga telah menyampaikan laporan serta surat kepada instansi terkait agar segera ada penanganan lanjutan," pungkas Stevy.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan