
Kunjungan Dirjen Perikanan Tangkap ke Kabupaten Konawe
Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) Republik Indonesia, Komjen Pol (Purn) Lotharia Latif, melakukan kunjungan ke Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat (2/1/2026). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau langsung proses pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia.
Lotharia Latif tiba di lokasi sekitar pukul 09.49 Wita. Ia disambut oleh Sekda Konawe Ferdinand Sapan, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, serta para pejabat lainnya seperti Paspotmar Lanal Kendari Mayor Laut (P) Mangampu, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari Asep Saepulloh, Pengawas Perikanan KKP Mukhtar, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sultra.
Selain itu, hadir juga Kabid Perikanan Konawe A Rahman, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (KPKPP) Kendari, Camat Soropia, Kepala Desa Sorue Jaya, serta Ketua dan Anggota Koperasi Merah Putih Cahaya Alam Bokori.
Setibanya di lokasi, Lotharia Latif langsung bergegas meninjau satu persatu konstruksi Kampung Nelayan Merah Putih yang kini prosesnya telah mencapai 98 persen. Pantauan menunjukkan bahwa Dirjen Latif berkeliling dengan berjalan kaki, melihat satu per satu bangunan yang berada di kawasan tersebut. Ia bahkan memasuki dan mengecek beberapa bangunan, hingga berdiskusi bersama para pejabat daerah, camat, kepala desa, dan anggota Koperasi Merah Putih yang mendampingi di Balai Pertemuan KNMP.
Usai pertemuan, jurnalis melakukan wawancara door stop dengan Dirjen Perikanan Tangkap. Latif menyampaikan tanggapannya setelah meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sorue Jaya.
"Saya hadir di sini secara langsung melihat perkembangan khususnya konstruksi, sudah cukup bagus, tinggal kita melengkapi lagi sarana rantai dinginnya," ujarnya.
"Jadi kita berharap dengan adanya KNMP ini akan meningkatkan produktivitas nelayan kecil, dan nelayan yang ada di Konawe, khususnya di titik ini, juga menciptakan lapangan pekerjaan," jelasnya.
Dirjen Latif menjelaskan bahwa pembangunan KNMP dilakukan serentak di 100 titik pada 2025. "Sebanyak 65 titik sudah terbangun dan 25 sedang berjalan," ujar purnawirawan Polri ini.
Di Sulawesi Tenggara, lima kabupaten saat ini tengah dalam pembangunan, yakni Kabupaten Konawe, Bombana, Kolaka, Buton Utara, dan Buton Selatan. "Harapannya Bapak Presiden dengan adanya KNMP, kesejahteraan nelayan Indonesia akan meningkat," ujarnya.
Latif juga menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda Sultra, dan Konawe serta aparat keamanan yang bahu membahu menyelesaikan KNMP Desa Sorue Jaya. Kunjungan tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam 41 menit, sekira pukul 11.10 Wita, rombongan meninggalkan lokasi.
Tanggapan Masyarakat
Rohimin, seorang nelayan dan juga anggota Koperasi Merah Putih Desa Sorue Jaya Kecamatan Soropia, berharap dengan adanya KNMP bisa membawa perubahan dan kesejahteraan. “Di Kabupaten Konawe, nelayan pesisir adalah yang sangat tertinggal di bawah garis sejahtera,” ujarnya.
“Alhamdulillah dengan adanya program ini kami sangat bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya, semoga ke depannya bisa menyejahterakan masyarakat pesisir dan sekitarnya,” lanjutnya.
Ketua Koperasi Merah Putih Musyair menyebut telah membentuk tujuh dari 14 desa di seluruh pesisir Konawe yang akan terlibat dalam Kampung Nelayan Merah Putih. KNMP Desa Sorue Jaya dijadwalkan akan diresmikan dalam waktu dekat ini.
“Kampung Nelayan Merah Putih adalah dampingan dari Koperasi Merah putih yang dikelola desa,” ujarnya.
“Kami telah membentuk seluruh nelayan di pesisir Konawe ada 14 desa, tapi yang baru terbentuk ada tujuh desa sekitar kurang lebih 500 nelayan yang akan terlibat di KNMP. Dan jumlah keseluruhan untuk penyerapan tenaga kerja ada 3.000,” jelas Musyair.
Kampung Nelayan Merah Putih terdiri dari 26 bangunan fisik antara lain Kantor Syahbandar, Kantor Pengelola, Kantor Pertemuan, Gedung Kuliner Tipe A, dan Gedung Kuliner Tipe B. Shelter Perbaikan Jaring, Bengkel, Kantor Perbekalan, Shelter Coolbox, Cold Storage, Pabrik Es, Docking Kapal. Gerbang, pos satpam, tempat penurunan ikan, delapan gazebo, dua toilet umum, serta satu tempat pembuangan sampah.
Jarak Desa Sorue Jaya ke Kota Kendari, ibu kota provinsi dengan julukan Bumi Anoa ini sekira 22,1 kilometer (km). Estimasi waktu tempuh perjalanan sekira 35 menit berkendara motor atau mobil.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar