Dirut Perumda Tirta Patriot Dipanggil DPRD Usai Tertidur dalam Rapat

Peristiwa Dirut Perumda Tirta Patriot Tertidur Saat Rapat

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, diduga tertidur saat mengikuti rapat terkait Raperda penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk tahun anggaran 2026. Peristiwa tersebut direkam dan diunggah ke media sosial, seperti X dan Instagram, hingga viral.

Menanggapi kejadian ini, pengamat kebijakan publik, Rico Noviantoro, menilai bahwa DPRD Kota Bekasi perlu segera mengambil langkah dengan memberikan sanksi jika dugaan tersebut terbukti. Ia menegaskan bahwa DPRD seharusnya mengusulkan evaluasi terhadap Dirut yang tertidur. Jika diperlukan, bisa diberikan sanksi atau bahkan penggantian jabatan.

"Intinya, DPRD seharusnya mengusulkan agar yang tidur ini dievaluasi. Bila perlu, ada sanksi atau penggantian," ujar Rico Noviantoro. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk tidak menghargai DPRD sebagai pihak yang memfasilitasi rapat. Ali dan jajaran hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan untuk menyampaikan pandangan sesuai bidang yang sedang dibahas.

Rapat anggaran tersebut relevan bagi BUMD sebagai mitra pemerintah untuk memberikan pandangan. Namun, tindakan Ali membuat penghinaan terhadap rapat DPRD. "Ini malah tidur. Itu jatuhnya penghinaan terhadap rapat DPRD. Tidak boleh terjadi, sama saja melecehkan rapat," tambahnya.

Noviantoro juga menyebut bahwa publik dapat merasa kecewa mengetahui aparatur yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru melakukan tindakan demikian. Dugaan aksi tidur dikategorikan sebagai perilaku buruk, kecuali jika yang bersangkutan sedang sakit. Jika dilakukan dalam kondisi sadar dan tanpa alasan kesehatan, maka sanksi perlu diberikan.

Ia menambahkan bahwa pengawas BUMD perlu terlibat dalam evaluasi. Mengingat seluruh operasional BUMD dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Kami prihatin terhadap aksi tidur di ruang rapat, apalagi BUMD digaji melalui APBD," ujarnya.

Penjelasan Dirut Perumda Tirta Patriot

Terkini, Ali Imam Faryadi dipanggil DPRD Kota Bekasi setelah viral tertidur dalam rapat resmi. Adapun pemanggilan dilakukan untuk menghadiri rapat Panitia Khusus (Pansus) VIII di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (1/12/2025). Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Daryanto, menyebut bahwa pembahasan berjalan kondusif hingga rapat dinyatakan selesai.

"Kami sudah menyelesaikan rapat Pansus VIII, alhamdulillah berjalan dengan baik dan kondusif," ujar Daryanto. Dalam rapat itu, Ali Imam menyampaikan permohonan maaf kepada DPRD. Daryanto berharap insiden ini menjadi pelajaran penting, baik bagi Ali maupun jajaran BUMD lainnya.

"Ke depan, diharapkan Pak Ali bisa lebih bijak dalam menyikapi peristiwa seperti ini. Semua pembahasan kami lakukan untuk kemajuan Kota Bekasi," tegasnya.

Pengakuan Dirut Perumda Tirta Patriot

Adapun Dirut Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, yang viral setelah tertidur saat rapat sampai dipanggil DPRD Kota Bekasi, kini membuat pengakuan. Ali Imam Faryadi mengakui bahwa dirinya saat itu sedang kelelahan. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tertidur dan bukan tiduran.

Ali mengakui dirinya lalai. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tertidur karena kelelahan setelah menjalani banyak kegiatan. "Prinsipnya kami saling memaafkan. Saya mungkin lalai. Saya tertidur, bukan tiduran," ungkap Ali. "Memang capek waktu itu, karena aktivitas yang padat. Kebetulan saat saya tertidur, posisi saya tidak terlihat oleh pimpinan," ujarnya lagi.

Ali sebelumnya dilantik menduduki jabatan (Dirut BUMD) tersebut oleh Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Ia dilantik di lapangan Plaza Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Senin (17/7/2023).

Di tahun 2024, Ali membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan e-lhkpn per Kamis (27/11/2025), Ali memiliki total harta kekayaan Rp1.260.469.536. Secara umum, ia melaporkan di antaranya memiliki tanah dan bangunan, dua sepeda motor, dan satu mobil. Kemudian, Ali tercatat memiliki hutang Rp 615.132.913.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan