Disdamkarmat Palu catat 237 kebakaran di 2025, turun dari tahun lalu

Penurunan Kebakaran di Kota Palu Tahun 2025

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palu mencatat penurunan jumlah kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penanggulangan Disdamkarmat Palu, Agung Tri Prasetiawan, yang mengatakan bahwa sepanjang tahun 2025 terjadi sekitar 237 kasus kebakaran di wilayah Kota Palu.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencatat lebih dari 300 kejadian kebakaran. Agung menyampaikan hal ini saat ditemui di ruang kerjanya pada Sabtu (3/1/2026) pagi. Ia menegaskan bahwa angka penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran, khususnya dalam penggunaan peralatan rumah tangga.

Meski demikian, Agung menyoroti bahwa faktor kelistrikan masih menjadi penyebab utama kebakaran di Kota Palu sepanjang 2025. Menurutnya, masalah kelistrikan bukan hanya terjadi di Kota Palu, tetapi juga menjadi isu yang sering dihadapi di berbagai daerah.

“Yang mendominasi kebakaran ini bahkan bukan cuma di Kota Palu ya, hampir mungkin se-seluruh dunia ini adalah listrik, penggunaan listrik yang tidak baik,” jelas Agung.

Ia memberikan contoh, seperti penggunaan peralatan elektronik tanpa pengawasan dapat memicu korsleting listrik dan berujung pada kebakaran. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah penggunaan charger telepon seluler yang dibiarkan terpasang meskipun tidak digunakan.

“Contoh kecilnya cas HP, biasanya kita tarik HP-nya, cas-nya ketinggalan, itu satu potensi, panas, tidak ada yang disuplaikan, akhirnya meleleh dan korslet,” ungkap Agung.

Selain faktor listrik, pembakaran sampah juga menjadi penyebab kebakaran yang cukup signifikan di Kota Palu. Agung menyebutkan bahwa tercatat sekitar 10 kejadian kebakaran sepanjang 2025 yang dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Padahal, pembakaran sampah telah dilarang oleh Pemerintah Kota Palu, namun praktik tersebut masih sering ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Kesiapsiagaan Disdamkarmat Palu

Dari sisi kesiapsiagaan, Disdamkarmat Palu saat ini memiliki 11 unit armada pemadam kebakaran, dengan sembilan unit di antaranya dalam kondisi operasional. Sekitar 50 personel juga disiagakan selama 24 jam dan terbagi dalam tiga pos layanan.

“Kesiapan personel kami tidak pernah siaga dua, selalu siaga satu, selalu siap tempur,” tegas Agung.

Ia menambahkan bahwa armada pemadam ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mempercepat waktu respons jika terjadi kebakaran. Dua unit kendaraan disiagakan di masing-masing pos terluar, sementara armada lainnya ditempatkan di markas komando.

Imbauan kepada Masyarakat

Disdamkarmat Palu mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan listrik serta mematuhi larangan pembakaran sampah sebagai langkah pencegahan kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan