Dispendik Surabaya Siapkan Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026, Fokus Tingkatkan Kualitas

Dispendik Surabaya Siapkan Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026, Fokus Tingkatkan Kualitas

Program Beasiswa Penghafal Kitab Suci Kembali Dibuka untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), kembali membuka program beasiswa penghafal kitab suci untuk tahun ajaran 2026/2027. Program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap pelajar yang memiliki kemampuan dalam menghafal kitab suci, baik Alquran maupun kitab suci agama lainnya.

Program tersebut masih menyasar pelajar dari jenjang TK hingga SMP. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas peserta melalui peningkatan standar penilaian dan seleksi yang lebih ketat. Hal ini dilakukan agar hanya peserta yang benar-benar unggul secara spiritual dan akademis yang mendapatkan kesempatan.

Kuota Tetap, Namun Penilaian Lebih Ketat

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan bahwa kuota peserta tetap sama seperti tahun sebelumnya. Meskipun demikian, indikator penilaian akan diperketat agar kualitas peserta semakin meningkat.

"Program ini sebagai bentuk apresiasi terhadap semua karakter agama, akademik, termasuk talenta dan minat batin. Harapan kami anak-anak itu betul-betul sukses, berhasil jadi anak-anak yang saleh-salehah," ujarnya.

Menurut Yusuf, pemerintah saat ini lebih fokus pada peningkatan kualitas peserta daripada penambahan kuota. "Kuota penghafal kitab suci ya samalah itu. Kemarin sudah persiapan sama teman-teman guru agama," tambahnya.

Peminat Terus Meningkat Setiap Tahun

Program beasiswa penghafal kitab suci telah berjalan selama beberapa tahun dan mencatat peningkatan peminat setiap tahunnya. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 4.688 peserta mengikuti seleksi. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu 1.419 peserta pada 2024, 1.317 pada 2023, dan 1.160 pada 2022.

Yusuf menjelaskan bahwa program ini tidak hanya untuk penghafal Alquran, tetapi juga untuk seluruh kitab suci sesuai agama masing-masing peserta. Hal ini menjadi wujud komitmen Pemkot Surabaya terhadap keberagaman dan penguatan karakter spiritual pelajar.

Indikator Penilaian Diperketat

Untuk tahun 2026, indikator penilaian akan disesuaikan agar kualitas peserta semakin baik. Khusus untuk peserta Muslim, hafalan akan dinilai berdasarkan jumlah juz sesuai jenjang pendidikan, ditambah penilaian tajwid, makhraj, dan ketepatan bacaan.

"Nanti ditentukan indikatornya, yang Muslim berapa juz untuk SD, SMP, begitu. Untuk peningkatan kuota, nggak, untuk sementara masih sama seperti kemarin. Justru kamu ingin anak-anak ini semakin meningkat mutu, kualitasnya," jelas Yusuf.

Ia menambahkan bahwa prioritas peningkatan kualitas ini bertujuan memastikan beasiswa benar-benar diberikan kepada peserta yang unggul secara spiritual sekaligus akademis.

Jadwal Seleksi Direncanakan JanuariFebruari 2026

Kini, Dispendik Surabaya sedang menyusun jadwal pelaksanaan seleksi. Mengacu pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, seleksi akan digelar pada Januari hingga Februari 2026.

Dengan pola seleksi dan indikator baru tersebut, Pemkot Surabaya berharap beasiswa penghafal kitab suci dapat melahirkan generasi pelajar yang lebih kuat secara moral, spiritual, dan berkarakter.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan