Ditangkap Saat Mencuri, Pembunuh Anak Politisi PKS Bekerja di Perusahaan Terkenal Cilegon

Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Ditangkap Saat Mencuri di Rumah Mantan Anggota DPRD

Pelaku pembunuhan MAHM (9), anak dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman, akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib. Pelaku yang bernama HA (31) merupakan warga Palembang, Sumatra Selatan. Ia diketahui bekerja di sebuah perusahaan ternama di Cilegon. Penangkapan terhadap HA dilakukan setelah ia tertangkap basah saat melakukan aksi pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri.

Latar Belakang Pelaku dan Motif Pencurian

Menurut informasi yang diperoleh, HA memiliki identitas sebagai seorang karyawan swasta. Berdasarkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kartu anggota serikat yang dimilikinya, HA tercatat sebagai karyawan di perusahaan besar di Cilegon. Namun, meskipun gaji yang diterimanya cukup besar, HA tetap memilih untuk melakukan tindakan pencurian. Hal ini membuat kerabat Roisyudin Sayuri, Dede Rohana, yang juga anggota DPRD Provinsi Banten, merasa heran.

"Melihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan (perusahaan ternama). Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri," ujar Dede.

Aksi Pencurian yang Terekam CCTV

Aksi pencurian HA terjadi ketika kondisi rumah Roisyudin Sayuri sedang sepi. Menurut Dede, rumah tersebut sering dikosongkan pada akhir pekan karena pemiliknya sering pergi ke BSD, Tangerang. "Setiap hari Sabtu–Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang," jelas Dede.

Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV dan dilaporkan ke Polsek Cilegon. Dalam kejadian itu, beberapa perhiasan hilang, dan brankas sempat dibawa keluar rumah menggunakan kursi roda. Namun, brankas tersebut ditinggalkan pelaku karena belum sempat dibuka.

Kembali Lagi untuk Melanjutkan Aksi Pencurian

Brankas yang tertinggal menjadi alasan HA kembali lagi ke rumah tersebut. Pada Jumat siang, saat rumah kembali dalam kondisi sepi, pelaku masuk kembali dengan tujuan membongkar brankas. Namun, aksinya kepergok oleh asisten rumah tangga (ART) yang sedang membersihkan rumah.

Pelaku yang panik berusaha melarikan diri. "Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas." Di dalam rumah, HA sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari.

Penangkapan dan Kronologi Terbaru

Saat berupaya melarikan diri, pelaku terpeleset dan jatuh. ART kemudian meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik rumah. "Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh." Setelah mendapat kabar, saudara Dede yang sedang liburan di luar kota langsung menghubungi warga dan polisi.

Pelaku sempat sembunyi di dalam rumah, namun akhirnya berhasil ditangkap. Saat ditangkap, ditemukan darah di tubuh pelaku yang diduga akibat terjatuh dan membentur tangga.

Penangkapan Versi Polisi

Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menjelaskan bahwa HA ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten. "Jadi, informasi dari pembantu yang ada di rumah tersebut, sekitar pukul 11.55 WIB, melihat ada seorang laki-laki yang tidak dikenal berada di ruang tamu," kata Firman.

Menyadari aksinya diketahui, pelaku langsung panik dan mengejar ART tersebut sambil mengancam. Pelaku bahkan membawa senjata tajam jenis pisau. Beruntung, ART tersebut berhasil keluar dari rumah melalui pintu samping.

Petugas piket Polsek Cilegon bersama personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob langsung menuju lokasi kejadian. Sekira pukul 13.15 WIB, petugas gabungan melakukan penyisiran menyeluruh ke setiap ruangan dan area rumah. Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat bersembunyi di bawah kolong mobil milik pemilik rumah yang terparkir di garasi.

Pembunuhan Anak Politisi PKS

MAHM ditemukan tewas di rumah mewah yang berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, pada Selasa (16/12/2025). Peristiwa itu diketahui sekira pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, Maman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D. Di telepon itu, D berteriak meminta pertolongan kepada ayahnya.

Setibanya di rumah, Maman mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi memastikan, tewasnya MAHM bukan karena perampokan. Sebab, tidak ada barang-barang berharga di rumah korban yang hilang. Kepastian itu didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan dari pemilik rumah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan