
Kekacauan Teror yang Menimpa Konten Kreator dan Aktivis
Sejumlah konten kreator dan aktivis, termasuk DJ Donny, mengalami serangkaian ancaman teror yang mencakup pengiriman bangkai ayam hingga pelemparan bom molotov. Mereka dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah dan penanganan bencana banjir di beberapa wilayah Sumatra.
Beberapa isu muncul mengenai kemungkinan adanya rekayasa karena kemiripan tulisan tangan pada surat ancaman yang dikirimkan kepada DJ Donny. Namun, DJ Donny membantah keras tuduhan tersebut dengan menunjukkan bukti berupa rekaman CCTV yang menangkap wajah pelaku.
Peristiwa Teror yang Menggemparkan
DJ Donny melaporkan dua kali kejadian teror yang dialaminya pada tanggal 29 dan 31 Desember 2025. Awalnya, rumahnya dikirimkan bangkai ayam yang dilengkapi pesan ancaman. Dua hari kemudian, bom molotov dilemparkan ke halaman rumahnya. Beruntungnya, bom tersebut tidak meledak sehingga rumah tidak terbakar.
Di media sosial, beredar foto surat ancaman yang ditujukan ke DJ Donny. Isu rekayasa muncul karena kemiripan tulisan tangan di surat tersebut dengan tulisan DJ Donny sendiri. Namun, DJ Donny membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa wajah pelaku telah terekam CCTV.
"Ada narasi yang mengatakan saya merekayasa ini, kan agak ngawur. Saya merekayasa mengirimkan bangkai hewan ke rumah sendiri? Saya melempar bom molotov sendiri ke rumah saya? Itu agak ngawur," ujarnya.
Penanganan oleh Pihak Kepolisian
DJ Donny menjelaskan bahwa petugas kepolisian langsung mendatangi rumahnya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Siang bikin laporan, tim dari Polda datang ke rumah jam 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Kemudian datang tim kedua jam 19.00 WIB sampai jam 24.00 WIB malam."
Dari olah TKP tersebut, penyidik membawa sejumlah barang bukti seperti pecahan kaca, sumbu bom molotov serta kertas berisi pesan ancaman. Sejumlah saksi diperiksa mulai dari istri hingga asisten rumah tangga (ART).
"Kertas bertuliskan ancaman yang ada di paket bangkai ayam totalnya tiga lembar. Dua lembar tulisan, satu lembar foto dan tulisan," lanjut DJ Donny.
Wajah pelaku pelemparan bom molotov terekam kamera CCTV, meskipun menggunakan masker. Beruntungnya, bom molotov tidak meledak. "Semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 WIB di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya. Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan," bebernya.
Tindakan Lanjutan dan Harapan
DJ Donny mengaku tidak mengeksploitasi bencana Sumatra, namun menjadi sasaran teror. Selama ini, ia sering mengkritik kebijakan pemerintah melalui media sosial. "Terakhir postingan saya itu terkait lingkungan di Papua. Saya berharap pemerintah segera mengeluarkan statement jika ini bukan tindakan dari pemerintah," tandasnya.
Ia akan mencari perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) karena menilai tindakan pelaku membahayakan keluarga serta tetangga. DJ Donny juga meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini agar tidak menjadi liar di ruang publik.
Kesimpulan
Serangkaian teror yang dialami DJ Donny dan para aktivis lainnya menunjukkan adanya ancaman terhadap hak kebebasan berekspresi dan kritik terhadap pemerintah. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan para aktivis dan konten kreator yang sering mengkritik kebijakan pemerintah. Dengan adanya bukti-bukti yang tercatat, diharapkan pihak berwajib dapat segera mengungkap siapa pelaku teror tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar