
Kegiatan Doa dan Shalawat untuk Keselamatan Seluruh Anak Bangsa
Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) menggelar kegiatan doa dan shalawat untuk keselamatan seluruh anak bangsa di pinggir akses Suramadu sisi Madura, Rabu (31/12/2025). Acara ini dilaksanakan menjelang malam pergantian tahun sebagai bentuk refleksi akhir tahun. Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi sekaligus komitmen IKAMA untuk masa depan bangsa dan negara.
Ratusan warga dan santri mulai berdatangan selepas pukul 20.00 WIB. Mereka disambut dengan lantunan pembacaan Al-Qur’an yang menambah suasana religius. Lapangan di sisi Selatan Simpang Empat Akses Suramadu mulai sesak ketika memasuki pukul 22.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum DPP IKAMA, H Mohammad Rawi atau Aba Rawi beserta jajaran pengurus, anggota, tokoh masyarakat, ulama, serta unsur Muspika Labang.
Aba Rawi menyampaikan harapan agar masyarakat Madura dan seluruh bangsa Indonesia yang tergabung dalam beberapa komunitas diberikan kesuksesan dan keselamatan. Ia berharap anak-anak menjadi generasi bangsa terbaik bagi bangsa dan negara.
“Kami doakan saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh yang tertimpa musibah, mudah-mudahan diberi ketabahan dan segera terlaksana pembangunan-pembangunan yang meringankan beban saudara-saudara di sana,” ujarnya.
IKAMA pada Januari 2026 genap berusia 52 tahun. Didirikan pada tahun 1974 oleh para ulama seperti KH Amin Imron, KH Syukron Makmun, dan KH Sa’ad Samlan serta beberapa tokoh nasional. Semangat IKAMA adalah memberikan kemaslahatan ummat, khususnya umat Islam, seluruh bangsa Indonesia.
“Saya selaku ketua umum meneruskan perjuangan beliau-beliau yang menjadi pendahulu kami yang berpedoman terhadap filsafat orang tua, yakni Bapak, Bebuk, Guru, Ratoh,” tegas Aba Rawi dari Sekretariat DPC IKAMA Istimewa, Desa Jukong, Kecamatan Labang, Bangkalan.
Bapak, Bebuk, Guru, Ratoh merupakan falsafah Madura yang mengajarkan penghormatan dan kepatuhan mutlak kepada empat pilar utama kehidupan yakni, orang tua dalam hal ini bapak/ibu, guru pendidik, dan ratu atau pemimpin dalam hal ini pemerintah.
Falsafah Madura itu menjadi pedoman hidup, landasan moral, menanamkan disiplin, ketaatan, etika dalam masyarakat Madura untuk menjaga tatanan sosial, nilai agama, dan tradisi leluhur dalam memberikan penghormatan tertinggi. Baik kepada bapak dan ibu, rasa hormat kepada guru yang membekali ilmu pengetahuan, serta kepatuhan kepada pemimpin atau pemerintah termasuk kepada ulama dan tokoh masyarakat.
“Maka IKAMA hadir dalam rangka untuk mengklarifikasi tentang karakter Madura yang dianggap buruk oleh suku lain, orang Madura yang terhimpun dalam IKAMA ini berpedoman, ‘Di mana bumi dipijak di situlah langit dijunjung.’”
“Kalau ada komunitas Madura yang melanggar petuah-petuah dari para guru, maka itu adalah oknum yang harus diperbaiki bersama-sama,” tegas Aba Rawi.
Peristiwa Nenek Elina Wijayanti
Aba Rawi juga menyinggung perkara Nenek Elina Wijayanti (80) yang menjadi sorotan masyarakat Madura di Jepang, Mesir, Malaysia, hingga Saudi Arabia. Ia menyatakan bahwa semua sepakat telah menghujat. Termasuk di beberapa negara itu menelponnya, “Tolong Aba Rawi, kami ini merantau di Jepang dan warga Jepang memuji kami.”
Namun dari sisi lain kejadian sudah berulang-ulang oleh Madas ini, baik di Karawang, di berbagai daerah termasuk di Surabaya kemarin. Ulah oknum yang mengatasnamakan Madas disebut Aba Rawi telah memantik kekhawatiran bukan saja masyarakat Madura yang merantau di luar negeri namun juga di Kalimantan agar di Jawa Timur tidak terjadi aksi anarkisme dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak lain.
“Apalagi persoalan kemarin (nenek Elina) bukan persoalan orang Madura, membantu orang yang sedang berkonflik dengan nenek Elina tetapi kok dia berpihak kepada orang yang kuat. Nah itu yang dikutuk oleh seluruh komunitas Madura yang ada di perantauan,” tegasnya.
Pujian atas Tindakan Pihak Berwajib
Polda Jatim menangkap Samuel Adi Kristanto dan M Yasin pada Senin (29/12/2025). Selanjutnya, polisi juga menangkap tersangka ketiga, yakni SY (59) alias Klowor saat asyik nongkrong di kawasan Jalan Diponggo, Surabaya pada Rabu (31/12/2025). Ia merupakan salah seorang oknum anggota ormas yang terlibat dalam pengeroyokan dan pengusiran nenek Elina.
“Kami atas nama ketua umum mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Jatim yang telah proaktif, hari ini informasi yang saya terima telah ditahan semuanya. Kami sepakat mengutuk keras, kepada Bapak Kapolda Jatim, segera diproses secara hukum,” ungkap Aba Rawi.
Mudah-mudahan, lanjutnya, tindakan tegas dari pihak kepolisian memberikan efek jera agar tidak mudah diprovokasi dan tidak mudah diajak oleh kelompok tertentu sehingga tidak terjebak pada tindakan-tindakan melanggar hukum.
“Apalagi orang Madura itu paling patuh terhadap ibu, apalagi nenek seperti kemarin. Bahkan kami sudah menghubungi Pak Armuji, jika kami memang harus berbuat sesuatu akan kami lakukan untuk memberikan yang terbaik kepada saudara kita nenek Elina, itu yang harus kita hormat,” tegas Aba Rawi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar