Upaya Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo
Hingga Jumat (2/1/2026), pencarian terhadap tiga korban KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung. Ketiga korban tersebut adalah pelatih tim putri Valencia, Fernando Martin, bersama dua anaknya. Proses pencarian diperpanjang selama 3 hari karena adanya temuan sinyal handphone korban yang menjadi petunjuk penting.
Keluarga korban menggelar doa dan menulis nama-nama korban di pasir pantai Labuan Bajo pada Jumat (2/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memohon agar ketiga korban segera ditemukan. Kakak korban juga turut serta dalam kegiatan tersebut, dengan menulis nama-nama korban di pasir lalu berdoa semoga bisa ditemukan.
Peristiwa ini terjadi saat Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fernando Burgos Sainz, bersama perwakilan keluarga ikut memantau pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo. Mereka didampingi oleh beberapa pihak seperti Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Usaha Wisata Tirta Dan Bahari Indonesia (Gahawisri), Budi Widjaja.
Budi Widjaja menjelaskan bahwa kehadiran mereka atas permintaan keluarga untuk melihat langsung operasi pencarian Tim Sar Gabungan di laut. Ia menyebutkan bahwa sejak hari pertama, keluarga meminta untuk ikut mencari bersama Tim Sar Gabungan, tetapi pihak Gahawisri tidak mengizinkan dikarenakan faktor psikis keluarga.
Di lokasi pencarian, Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fernando Burgos Sainz, bersama perwakilan keluarga korban, diberikan penjelasan terkait strategi pencarian. Pada pencarian hari ke-8 ini, digunakan teknologi seperti tiga Sonar dukungan dari Polda NTT dan Multi Beam-sonar yang bisa membaca sampai 180 meter. Selain itu, keluarga juga diberikan kesempatan untuk menghampiri kapal-kapal yang menggunakan sonar saat proses pencarian.
Sinyal handphone milik pelatih Valencia Putri B, Fernando Martin, terdeteksi berpindah-pindah tempat di sekitar utara Padar, Padar selatan, Batu Tiga, hingga ke Taka Makasar, mendekati Nusa Kode. Informasi ini berasal dari Interpol dan bantuan dari International Police, dimana dari pihak kerabat keluarga ada yang mengirimkan pesan SMS atau WhatsApp ke handphone korban setelah kejadian.
Mendapati tanda adanya sinyal handphone milik Fernando, keluarga selanjutnya berkoordinasi dengan Komdigi melalui Kementerian Luar Negeri. Data titik koordinat diperoleh dari Komdigi, meskipun sinyal tersebut tidak sepenuhnya presisi. Berdasarkan pinpoint di mana ada tower telepon yang terdekat, pencarian kini diarahkan kepada dua titik pencarian.
Pencarian Pelatih Valencia di Labuan Bajo Diperpanjang 3 Hari
Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo. Hingga Jumat (2/1/2026), memasuki hari kedelapan operasi, pelatih tim putri Valencia Fernando Martin bersama dua anaknya belum juga ditemukan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyebutkan operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari. Perpanjangan ini dilakukan atas permintaan Kedutaan Besar Spanyol serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo. Tim gabungan masih menyisir area laut dan pesisir dengan dukungan kapal, peralatan selam, serta pemantauan sinyal ponsel yang sempat terdeteksi berpindah-pindah.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan titik terang atas keberadaan korban. Sinyal HP Korban Terdeteksi
Sinyal handphone milik pelatih Valencia Putri B, Fernando Martin, terdeteksi berpindah-pindah tempat di sekitar utaranya Padar, Padar selatan, Batu Tiga, hingga ke Taka Makasar, hingga mendekati Nusa Kode. Ini disampaikan perwakilan keluarga, yang diwakilkan Ketua Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja saat dikonfirmasi TribunFlores.com, Kamis (1/12/2025).

Mendapati tanda adanya sinyal handphone milik Fernando, keluarga selanjutnya berkoordinasi dengan Komdigi melalui Kementerian Luar Negeri. Data titik koordinat diperoleh dari Komdigi, meskipun sinyal tersebut tidak sepenuhnya presisi. Berdasarkan pinpoint di mana ada tower telepon yang terdekat, pencarian kini diarahkan kepada dua titik pencarian.
Kita menggunakan sonar multi beam yang bisa mencapai dengan 180 meter. Itu baru kita kerahkan. Untuk yang di utara kita sementara masih menggunakan satu sonar, kata Budi.
Sementara itu, ada dua sonar lagi yang akan digunakan di area sekitar di tempat dari awal ditemukan dan diarahkan ke selatan sampai maksimum yang bisa dicapai. Besok kita turunkan satu unit lagi multi-beam untuk menyisir di bagian utara dari Pulau Padar, pungkasnya.
Upaya Pencarian Hari ke-8
Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo. Operasi pencarian memasuki hari ke-delapan sejak insiden terjadi pada 26 Desember 2025.
Salah satu korban yang masih dalam pencarian diketahui merupakan pelatih Tim B perempuan klub sepak bola Los Che (Valencia CF) Martin Carreras Fernando. Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan pencarian dimulai sejak pukul 07.00 Wita. Fokus utama pada penyisiran pulau-pulau di sekitar Pulau Padar, penyelaman bawah laut, serta pemanfaatan teknologi pencarian modern.
"Tim SAR Gabungan hari ini masih terus berfokus melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar, pelaksanaan penyelaman, dan penurunan Disnav dan Hidronav (peralatan sonar Dipolair Polda NTT) serta pengerahan drone thermal untuk mencari keberadaan 3 WNA Spanyol," kata Fathur melalui keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).
Sebanyak sekitar 58 personel dikerahkan dalam operasi hari ini. Tim SAR Gabungan didukung oleh 11 armada laut yang terdiri dari kapal Basarnas, TNI/Polri, KSOP Labuan Bajo, Searider Gakkum Kementerian Kehutanan, serta speedboat wisata milik anggota Grahawisri Labuan Bajo. Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian dan mengombinasikan metode manual serta teknologi untuk menemukan keberadaan ketiga korban.
"Hingga pukul 11.30 Wita Tim SAR Gabungan masih melaksanakan pencarian," katanya. Adapun rincian luas area penyisiran yang dilakukan Tim SAR Gabungan pada hari ini adalah sebagai berikut:
- Penyisiran di atas permukaan laut dengan menggunakan KN Puntadewa 250 dengan luas area pencarian 15,4 nautical mile (NM).
- Penyisiran di atas permukaan laut dengan menggunakan Sea Raider KSOP Labuan Bajo dengan luas area pencarian 12,6 nautical mile (NM).
- Penyisiran di atas permukaan laut dengan menggunakan Sea Raider Lanal Labuan Bajo dengan luas area pencarian 11 nautical mile (NM).
- Penyisiran di atas permukaan laut dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 500 PK Pos SAR Labuan Bajo dengan luas area pencarian 7,5 nautical mile (NM).
- Penyisiran di atas permukaan laut dengan menggunakan Hidronav dengan luas area pencarian 4,50 nautical mile (NM).
- Penyisiran di atas permukaan laut dengan menggunakan Sea Raider Polairud Labuan Bajo dengan luas area pencarian 5,55 nautical mile (NM).
- Penyisiran di atas permukaan laut dengan menggunakan Disnav dengan luas area pencarian 6,0 nautical mile (NM).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar