
Sholat Sunnah Istikharah: Doa dan Dzikir Setelah Sholat yang Bermanfaat
Sholat Sunnah Istikharah adalah salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim ketika menghadapi dilema atau pilihan penting dalam kehidupan. Sholat ini memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari segi makna maupun manfaatnya. Dalam Islam, sholat sunnah istikharah dianjurkan sebagai cara untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT agar bisa memilih jalan terbaik.
Selain itu, Sholat Sunnah Istikharah juga memiliki keutamaan luar biasa. Dengan melaksanakan sholat ini, seseorang dapat mendapatkan berbagai manfaat spiritual dan psikologis. Salah satunya adalah dengan membaca doa dan dzikir setelah sholat istikharah, yang bisa menjadi tambahan kekuatan dan keyakinan dalam menjalani kehidupan.
Berikut beberapa keutamaan dari doa dan dzikir setelah sholat istikharah:
-
Semua masalah menemukan solusinya
Masalah sering kali menjadi hambatan dalam kehidupan. Namun, dengan melakukan sholat istikharah dan membaca doa serta dzikir setelahnya, seseorang akan lebih mudah menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. -
Terbebas dari kesulitan hidup
Kesulitan hidup seringkali muncul akibat kurangnya ketakwaan dan keimanan seseorang. Dengan melaksanakan sholat istikharah dan mengamalkan doa serta dzikir setelahnya, seseorang bisa merasa lebih tenang dan terbantu dalam menghadapi tantangan hidup. -
Mendapatkan pertolongan dan petunjuk Allah SWT
Pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT adalah impian setiap orang. Dengan melakukan sholat istikharah, doa, dan dzikir setelahnya, seseorang akan lebih dekat dengan Allah dan menerima bantuan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Istikharah
Berdasarkan buku Panduan Shalat Malam Praktis dan Lengkap karya M. Amrin Rauf, berikut bacaan dzikir setelah sholat istikharah:
-
Membaca Yaa Qadiir 336 kali
يَا قَدِيرُ.
Bacaan latin: Yaa Qadir
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Berkuasa." -
Membaca Yaa Muqtadiir 775 kali
يَا مُقْتَدِرُ
Bacaan latin: Yaa Muqtadir
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Menentukan." -
Membaca Yaa Hadi 251 kali
يَا هَدِى.
Bacaan latin: Yaa Hadi
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Memberi Petunjuk." -
Membaca Yaa Rahmaan 330 kali
يَا رَحْمَنُ.
Bacaan latin: Yaa Rahmaan
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Pengasih." -
Membaca Yaa Rahiim 289 kali
يَا رَحِيمُ
Bacaan latin: Yaa Rahiim
Artinya: "Wahai Dzat Yang Maha Penyayang."
Doa Setelah Sholat Istikharah
Berikut bacaan doa setelah sholat istikharah:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Bacaan latin:
Allahumma inni astakhiruka bi ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa talamu wa laa alamu, wa anta allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta talamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa maaasyi wa aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta talamu annahu syarrun lii fii diini wa maaasyi wa aqibati amrii (fii aajili amri wa aajilih) fash-rifnii anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon sesuatu kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa; Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya; dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebut di sini keperluan Anda) lebih baik dalam agamaku dan akibatnya terhadap diriku (di dunia atau akhirat), sukseskanlah untukku, mudah-kan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian, dan akibatnya kepada diriku maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku."
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar