Doa Shalat Dhuha: Waktu Terbaik dan Manfaatnya untuk Lancar Rezeki

Doa Shalat Dhuha: Waktu Terbaik dan Manfaatnya untuk Lancar Rezeki

Shalat Dhuha: Keutamaan dan Bacaan Doa yang Perlu Diketahui

Shalat Dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang dilakukan setelah matahari naik hingga menjelang waktu zuhur. Amalan ini memiliki banyak keutamaan, seperti menjadi pembuka pintu rezeki, sebagai bentuk turunnya ampunan dari Allah SWT, serta termasuk wasiat Rasulullah SAW kepada para sahabatnya.

Salah satu keutamaan dari shalat Dhuha adalah membuka jalan bagi rezeki yang berlimpah dan mendapatkan ampunan dari Allah. Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Pada setiap sendi salah satu dari kalian ada sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, dan shalat dhuha menggantikan semua itu.” (HR. Muslim)

Doa setelah shalat Dhuha juga sering diamalkan karena diyakini memberikan keberkahan dalam rezeki. Doa ini berisi permintaan agar Allah memudahkan, menyucikan, dan mendekatkan rezeki dari segala arah. Shalat Dhuha memang sering dikaitkan dengan kemudahan rezeki.

Shalat Dhuha juga termasuk perkara yang diwasiatkan Nabi Muhammad SAW untuk dilaksanakan dan tidak ditinggalkan selama hidup. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku untuk puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, dan melakukan shalat witir sebelum tidur.’” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Bacaan Doa Setelah Shalat Dhuha

Berikut ini bacaan doa setelah shalat dhuha sebagaimana dikutip dari buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti:

Arab: اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allaahumma innadh dhuhaa’a dhuhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash shalihiin.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila susah didapat maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Ya Allah dengan hak dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Dhuha

Waktu terbaik dalam mengerjakan shalat dhuha disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya:

“Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Shalat awwabin (shalat orang yang kembali kepada Allah, yaitu shalat Dhuha) dilaksanakan ketika anak unta mulai kepanasan.’” (H.R. Muslim dan At Tirmidzi).

Waktu terbaik melaksanakan sholat dhuha adalah ketika anak-anak unta mulai merasa kepanasan. Waktu ini berada di pertengahan siang, yaitu sekitar pukul 08.30-09.00.

Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat dhuha memiliki berbagai keutamaan, antara lain:

  1. Allah akan Memberikan Kecukupan
    Bagi orang yang mengerjakan shalat dhuha, Allah akan mencukupi kebutuhannya. Hal ini selaras dengan yang disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya:

“Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (shalat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (H.R. At Tirmidzi).

  1. Shalat Dhuha Sebagai Sedekah
    Sedekah dalam hal ini adalah sedekah untuk persendian yang dimiliki manusia.

“Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan shalat dhuha dua rakaat.” (H.R. Muslim).

  1. Shalat Dhuha Lebih Baik dari Harta Rampasan Perang
    Rasulullah pernah mengutus pasukan untuk menjalankan suatu misi peperangan. Pasukan itu kembali dengan cepat membawa rampasan perang yang banyak. Rasulullah SAW kemudian menyampaikan ada yang lebih baik dari hal itu, yaitu sholat dhuha.

“Barangsiapa yang berwudu kemudian berangkat ke masjid untuk melakukan shalat Duha, maka itulah yang lebih dekat tempat perangnya, lebih banyak harta rampasan perangnya, dan lebih cepat kepulangannya.” (H.R. Ahmad dan Ath Thabrani).


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan