Donasi Rp3,6 M Terkumpul Saat Tahun Baru 2026 di Jakarta

Donasi Rp3,6 Miliar dari Perayaan Tahun Baru Jakarta untuk Korban Bencana di Sumatra

Perayaan tahun baru 2026 di Jakarta tidak hanya menjadi momen kegembiraan masyarakat, tetapi juga menjadi ajang pengumpulan donasi yang besar. Dalam acara tersebut, sejumlah dana sebesar Rp3,6 miliar berhasil terkumpul dan akan digunakan untuk membantu para korban bencana alam di Pulau Sumatra. Donasi ini diharapkan bisa memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini. Ia menjelaskan bahwa donasi tersebut sepenuhnya berasal dari kontribusi masyarakat. “Ini merupakan kontribusi publik Jakarta, dan kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian yang ditunjukkan,” ujarnya saat menghadiri acara malam pergantian tahun dengan tema "Jakarta Global City: From Jakarta with Love" di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Pemprov DKI Jakarta juga menyertakan doa bersama dan pengumpulan donasi dalam perayaan malam pergantian tahun kali ini. Menurut Pramono, rangkaian acara perayaan di sejumlah titik di ibu kota diawali dengan doa bersama yang melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Ia berharap doa, bantuan moral, dan bantuan sosial dari masyarakat Jakarta bisa meringankan beban korban terdampak bencana di Sumatra.

Selain itu, Pramono menyebutkan bahwa 10 persen pendapatan Ancol pada hari terakhir tahun 2025 juga disumbangkan untuk kepentingan kemanusiaan. “Kontribusi dari Ancol tentu signifikan dan akan digabungkan dalam total donasi,” katanya. Seluruh donasi dikelola dan disalurkan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Kami sudah beberapa kali menggunakan mekanisme ini. Pagi tadi pun kami telah memberangkatkan dua unit instalasi air dan sepuluh truk tangki air untuk membantu wilayah terdampak,” tambahnya. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang merespons positif perayaan tahun baru kali ini. “Dukungan publik luar biasa. Ini mencerminkan empati dan kedewasaan masyarakat Jakarta yang plural.”

Layanan Transportasi dan Pengamanan Selama Perayaan

Rangkaian acara perayaan malam tahun baru rampung pukul 01.00 WIB. Layanan transportasi publik beroperasi hingga pukul 02.00 WIB. Sementara itu, layanan Transjakarta pada koridor utama tetap beroperasi 24 jam agar memastikan masyarakat bisa kembali pulang dengan tertib dan aman.

Pemprov DKI Jakarta turut mengerahkan personel lintas perangkat daerah guna memastikan Jakarta kembali normal setelah perayaan malam tahun baru. Sebanyak 3.395 petugas Dinas Lingkungan Hidup disiagakan untuk menjaga kebersihan kota, 2.191 personel Dinas Perhubungan disiagakan untuk kelancaran mobilitas, dan 1.692 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Kembang Api Tetap Disalakan Meski Dilarang

Meskipun penyalakan kembang api dan petasan dilarang, banyak warga tetap menyalakannya saat perayaan tahun baru 2026 di Bundaran HI, Kamis, (1/1/2026). Kembang api itu menyala bergantian menjelang pukul 00.00 WIB atau ketika Pramono dan Wakil Gubernur Rano Karno berdiri di atas panggung untuk menghitung mundur detik-detik pergantian tahun.

Setelah melihat warga menyalakan kembang api, aktris Okky Lukman yang saat itu menjadi pembawa acara kembali mengimbau warga agar tak menyalakanya. Pelarangan kembang api saat tahun baru merupakan bentuk solidaritas terhadap para korban bencana di Sumatra.

Penertiban PKL di Area Car Free Night

Para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Bundaran HI, Jakarta, dilarang berjualan di area Car Free Night, Rabu, (31/12/2025). Berdasarkan pantauan Tribunnews, hal itu terlihat saat sejumlah pedagang tersebut diminta petugas Satpol PP yang berjaga di sekitar kawasan Sudirman hingga Bundaran HI untuk keluar dari area Car Free Night.

“Di pinggir-pinggir saja ya,” kata petugas Satpol PP kepada salah satu PKL yang hendak masuk ke Bundaran HI melalui pos polisi Bundaran HI. Sejumlah PKL yang diminta keluar dari Bundaran HI tampak mematuhi perintah tersebut. Mereka mengangguk kemudian balik kanan keluar area Car Free Night, sembari menggendong belanjaan mereka.

“Siap, baik, Pak,” kata PKL yang diminta keluar tersebut. Beberapa PKL yang terpantau berada di area Car Free Night juga diminta keluar. Mereka ada yang berjualan air mineral, light stick, hingga kudapan atau kukusan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan