Dosen UMY: Pemerintah Jangan Lupakan Penjaga Parkir dan UMKM Saat Pedestrian Malioboro

Uji Coba Pedestrian Malioboro Dinilai Kurang Matang

Uji coba pedestrian di kawasan Malioboro yang dilakukan awal Desember lalu dinilai kurang matang oleh seorang dosen Ilmu Pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sakir Ridho Wijaya. Ia menyoroti beberapa aspek penting yang seharusnya dipertimbangkan dalam penerapan kebijakan tersebut.

Salah satu masalah utama yang muncul adalah ketidakcukupan kantong parkir di sekitar kawasan Malioboro. Dengan adanya pembatasan kendaraan, wisatawan harus mencari area parkir baru setelah kawasan Abu Bakar Ali dibongkar. Hal ini tidak hanya menyebabkan kebingungan bagi pengunjung, tetapi juga berdampak langsung pada para petugas parkir yang kehilangan sumber penghasilan mereka.

Ini perlu dipikirkan. Apakah kebijakan ini langsung diputuskan tanpa skenario jelas bagi mereka? Atau sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan kantong-kantong parkir alternatif yang terencana? tanyanya.

Selain itu, kebijakan tersebut juga berdampak pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan Malioboro. Jika pendapatan pedagang menurun, maka akan memengaruhi ekonomi keluarga mereka secara keseluruhan. Ini menjadi pertanyaan besar tentang bagaimana pemerintah dapat memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan tidak mengorbankan masyarakat yang selama ini bergantung pada kawasan tersebut.

Perlu Perencanaan yang Komprehensif

Sebagai Ahli Kebijakan Pariwisata Berkelanjutan UMY, Sakir menekankan pentingnya perencanaan yang komprehensif serta komunikasi intensif antara pemerintah dan pihak-pihak terdampak sebelum kebijakan diterapkan. Ia menilai bahwa uji coba pedestrian seharusnya dilakukan dengan kajian yang benar-benar mendalam agar bisa meminimalkan keluhan dari berbagai pihak.

  • Kebijakan yang diterapkan harus mempertimbangkan semua aspek, termasuk dampak sosial dan ekonomi.
  • Pemangku kebijakan perlu melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan seperti petugas parkir dan pelaku UMKM.
  • Adanya skenario cadangan untuk mengatasi perubahan yang mungkin terjadi setelah kebijakan diterapkan.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan tidak hanya berfokus pada tujuan pariwisata, tetapi juga menjaga kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan perencanaan yang matang, uji coba pedestrian di Malioboro bisa menjadi langkah positif yang tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat setempat untuk tetap berkembang.

Dalam hal ini, peran komunikasi dan transparansi sangat penting. Masyarakat harus diberi informasi yang jelas mengenai rencana kebijakan dan dampak yang mungkin terjadi. Dengan demikian, semua pihak dapat bersiap dan menyesuaikan diri secara lebih baik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan