JAKARTA, nurulamin.pro
Beberapa bulan terakhir, para influencer dan aktivis di Indonesia menghadapi ancaman serius yang menimbulkan kekhawatiran besar. Teror dan ancaman terhadap tokoh-tokoh ini muncul di akhir tahun 2025, khususnya pada bulan Desember. Salah satu korban adalah Ramond Dony Adam atau lebih dikenal sebagai DJ Donny, yang menerima dua kali ancaman teror pada tanggal 29 dan 31 Desember 2025.
Pada tanggal 31 Desember 2025, situasi semakin memburuk ketika dua orang mencoba melemparkan bom molotov ke rumah DJ Donny. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut bukan lagi sekadar teror, tetapi ancaman pembunuhan yang nyata. Oleh karena itu, ia langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, mengecam aksi teror ini dan meminta pemerintah untuk tidak mengabaikannya. Menurutnya, pelaku harus segera ditangkap agar bisa diproses secara hukum. Hal senada juga disampaikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), yang menekankan perlunya investigasi cepat terhadap kejadian ini, terutama karena adanya indikasi ancaman pembunuhan.
Tidak hanya DJ Donny, beberapa tokoh lain juga mengalami pengalaman serupa. Influencer Sherly Annavita dan aktivis lingkungan Iqbal Damanik, yang juga merupakan manajer kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, mengaku mendapat ancaman dengan cara yang mirip. Mereka sebelumnya sempat menyampaikan kritik terkait penanganan bencana di Sumatera. Kini, mereka merasa khawatir akan keselamatan diri sendiri dan keluarga.
Polisi diminta untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik tindakan teror ini. Selain itu, penting bagi pihak berwenang untuk memberikan perlindungan yang cukup bagi para korban, terutama dalam situasi yang semakin memprihatinkan.
Dalam wawancara khusus, DJ Donny berbicara tentang pengalamannya selama beberapa bulan terakhir. Ia mengungkapkan rasa takut dan kecemasan yang dialaminya setelah menerima ancaman teror. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap remeh, karena bisa menjadi preseden buruk bagi para aktivis dan konten kreator di Indonesia.
Selain DJ Donny, anggota Komisi III DPR Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, juga turut memberikan komentarnya. Ia menilai bahwa tindakan teror ini harus segera ditangani dengan tegas agar tidak terjadi lagi di masa depan. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga keamanan dan kebebasan berekspresi di negara ini.
Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap para aktivis dan konten kreator semakin meningkat. Ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga keamanan dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan seperti ini.
Kepedulian terhadap isu-isu seperti ini sangat penting, terutama dalam rangka menjaga kebebasan berpendapat dan keamanan bagi semua pihak. Semoga kasus ini dapat segera diselesaikan dengan baik dan memberikan contoh positif bagi masyarakat luas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar