DPR Minta Pemerintah Turunkan Ribuan Tentara Tangani Banjir Aceh

Penanganan Bencana di Sumatera Membutuhkan Tindakan Cepat

Ketua Harian Tim Pengawas Bencana DPR, Muhammad Husni, menyoroti pentingnya pengerahan sumber daya dalam skala besar untuk menghadapi bencana yang terjadi di wilayah Sumatera. Ia menilai penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh masih lambat. Padahal, bencana tersebut telah terjadi selama dua pekan.

Husni menekankan perlunya percepatan evakuasi dan mobilisasi sumber daya agar kondisi yang semakin genting dapat segera ditangani. Menurutnya, pemerintah perlu segera turun tangan. Ya, kalau boleh ribuan tentara kita kirimkan saja supaya evakuasi ini cepat berjalan dengan baik, ujar Husni saat berada di Banda Aceh, Aceh, seperti dikutip dari keterangan tertulis di laman resmi DPR, pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Masih Ada Wilayah yang Belum Optimal Ditangani

Menurut Husni, memasuki pekan kedua setelah bencana, masih banyak wilayah yang belum ditangani secara optimal. Akses darat yang terputus, terutama di kawasan Bener Meriah dan Gayo Lues, menghambat distribusi bantuan dasar.

Masih banyak tempat-tempat yang belum terevakuasi dengan baik, apalagi jalur-jalur transportasi daratnya terputus, kata Husni. Di sana, mulai dari makanan, dari mulai bahan bakar minyak, kemudian secara transportasi maupun komunikasi itu masih sangat jelek sekali.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi di Aceh Tamiang dan wilayah perbatasan dengan Sumatra Utara sangat memprihatinkan. Rumah sakit belum berfungsi secara optimal, listrik belum stabil, dan beberapa korban diduga masih berada di kendaraan yang tertimbun lumpur.

Tentunya ini harus cepat, dari penanganan juga evakuasi-evakuasi mayat-mayat yang ada di dalam mobil-mobil yang terkena banjir, yang terkena lumpur itu sesegera mungkin, tutur Husni.

Kerusakan Sarana Prasarana yang Luas

Husni menyebutkan bahwa sejumlah rumah warga serta jalan-jalan utama kini tertutup lumpur yang mulai mengeras, bahkan mencapai dua meter di beberapa lokasi. Ia menekankan bahwa pemulihan sarana prasarana harus menjadi prioritas lanjutan setelah evakuasi.

Dampak Bencana yang Luas

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi sekaligus, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, sejak Rabu, 26 November 2025, menyebabkan hampir seribu orang meninggal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per Sabtu pagi, 13 Desember 2025, sebanyak 995 jiwa dinyatakan meninggal dan 226 jiwa hilang. Sementara itu, sekitar 5,4 ribu orang luka-luka akibat bencana tersebut.

Sebanyak 52 kabupaten di ketiga provinsi itu terdampak. BNPB menyebut banjir dan longsor Sumatera menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Di antaranya, 158 ribu rumah, lebih kurang 1.200 fasilitas umum, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung atau kantor, 219 fasilitas kesehatan, hingga 145 jembatan rusak.

BNPB memperkirakan anggaran yang diperlukan untuk biaya pemulihan di tiga provinsi terdampak sebesar Rp 51,82 triliun. Hal ini menunjukkan betapa luasnya dampak bencana yang terjadi dan kebutuhan untuk segera dilakukan tindakan pemulihan yang efektif dan efisien.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan