DPRD Jatim Dorong Optimalisasi Bandara Dhoho dan Wisata Kediri Jelang Nataru

DPRD Jatim Dorong Optimalisasi Bandara Dhoho dan Wisata Kediri Jelang Nataru

Bandara Dhoho: Akselerator Ekonomi dan Pariwisata di Jawa Timur

Bandara Dhoho yang kembali beroperasi pada 10 November 2025 lalu menjadi momen penting dalam pemulihan ekonomi daerah. Anggota DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif atau lebih dikenal dengan panggilan Mas Pipin, menyoroti peran pemerintah provinsi dalam memastikan manfaat dari keberadaan bandara ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurut Pipin, Bandara Dhoho tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk transportasi udara, tetapi juga harus menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan UMKM. Ia menyatakan harapan besar bahwa operasional bandara akan terus berkembang dengan penambahan maskapai dan rute penerbangan.

  • "Hari ini Bandara Dhoho sudah beroperasi kembali. Tentu besar harapan kita semua bahwa akan terus ada keberlanjutan penerbangan, penambahan maskapai, serta penambahan rute," ujar Pipin usai menghadiri acara pelantikan pengurus DPD Nasdem di Graha Lila Semesta Kediri, Sabtu (6/12/2025) lalu.

Pipin menekankan bahwa keberadaan bandara tidak cukup jika hanya dipandang sebagai fasilitas untuk Kota dan Kabupaten Kediri. Menurutnya, potensi Bandara Dhoho mencakup wilayah yang jauh lebih luas, termasuk 13 kabupaten dan kota sekitarnya seperti Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, hingga Nganjuk.

  • "Bandara Dhoho terlalu kecil kalau peruntukannya hanya untuk Kediri. Bandara ini harus menjadi bagian dari 13 kabupaten-kota di sekitarnya. Semua harus merasa memiliki," katanya.

Ia menilai bahwa pemerintah provinsi harus menjadi koordinator utama dalam mengoptimalkan manfaat dari Bandara Dhoho. Dengan peran sebagai dirijen, pemerintah perlu memberi intervensi kepada 13 kepala daerah agar bersama-sama menciptakan daya magnet bagi wisatawan dan investor.

  • "Pemerintah provinsi harus menjadi dirijen. Harus memberi intervensi kepada 13 kepala daerah supaya bersama-sama menciptakan daya magnet. Supaya ada investor di daerah, supaya pariwisata tumbuh, UMKM juga bertumbuh," jelas Politisi Nasdem itu.

Tantangan utama Bandara Dhoho adalah memastikan adanya peluang investasi dan penguatan destinasi wisata agar kunjungan wisatawan meningkat secara signifikan. Pipin menyebut beberapa destinasi wisata di Kediri saat ini mengalami kondisi lesu. Untuk itu, diperlukan kajian menyeluruh serta kolaborasi lintas wilayah dan dinas.

  • "Ada titik-titik pariwisata yang lesu. Pemerintah tidak boleh diam. Dinas Pariwisata provinsi harus berkolaborasi dengan kabupaten-kota untuk membangkitkan animo masyarakat hadir ke Kediri," tegasnya.

Salah satu potensi yang disorot oleh Pipin adalah budaya Tari Seribu Barong. Menurutnya, tarian ini unik dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Jika dioptimalkan, tarian ini bisa mendatangkan wisatawan.

  • "Tari Seribu Barong itu unik dan tidak dimiliki daerah lain. Kalau dioptimalkan, itu akan mendatangkan wisatawan," ucapnya.

Selain sektor pariwisata, Pipin juga menegaskan kesiapan provinsi dalam memastikan infrastruktur jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Beberapa pekerjaan jalan dan fasilitas pendukung terus dikebut untuk mempermudah mobilitas masyarakat selama libur panjang.

  • "Provinsi hadir untuk memastikan kesiapan infrastruktur menjelang Nataru. Upaya perbaikan terus berjalan di beberapa titik," bebernya.

Pipin berpesan agar masyarakat tetap waspada selama liburan. Menurutnya, faktor cuaca menjadi perhatian penting dalam beberapa pekan ke depan.

  • "Kami mengimbau masyarakat yang merayakan Nataru agar tetap waspada, karena cuaca mungkin tidak bersahabat," tutupnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan