DPRD Tanahlaut dukung penuh perbaikan permanen jembatan Martadah Baru, tender dipastikan dipercepat

nurulamin.pro, PELAIHARI– Dukungan besar datang dari DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) terhadap penanganan permanen jembatan box culvert di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambang Ulang, yang runtuh total akibat terjangan arus air deras.

Kalangan warga setempat, Senin (12/1/2026), mengatakan keberadaan jembatan itu sangat penting karena menjadi akses utama yang menghubungkan Dusun 2 dan 3.

Seluruh fasilitas umum ada di Dusun 2 seperti sekolah hingga kantor pemerintah desa. Sejak jembatan tersebut runtuh warga Dusun 2 harus memutar jauh sekitar lima kilometer melalui jalan poros Tambang Ulang-Banyu Irang.

Anggota DPRD Tala Joko Pitoyo menegaskan, lembaganya siap mendukung penuh penganggaran perbaikan jembatan tersebut, termasuk mendorong percepatan proses tender agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

Beberapa jam pascakejadian 27 Desember 2025 lalu, Joko turun langsung ke lokasi bersama Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Tala Dwi Hadi Putra didampingi Kades Martadah Baru Slamet Prayitno.

Di lokasi, Joko melihat secara langsung kondisi kerusakan jembatan box culvert dua sel yang mengalami kerusakan berat dan memanjang akibat runtuh.

“Setelah melihat langsung kondisinya, kerusakan ini tidak bisa ditangani dengan perbaikan biasa. Harus direncanakan ulang secara menyeluruh dengan penanganan permanen,” tegas Joko.

Ia mengungkapkan, jembatan tersebut sejatinya sudah masuk dalam perencanaan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Tala pada Tahun Anggaran 2026. Namun, dalam rencana awal, penanganannya masih bersifat sederhana.

“Dengan kondisi kerusakan yang cukup parah akibat ambruk, perencanaannya harus didepan ulang. Tentu ini membutuhkan anggaran yang lebih besar, dan DPRD siap mendukung karena jembatan ini sangat vital bagi aktivitas dan keselamatan warga,” ujarnya.

Pimpinan DPRD Tala bersama kepala daerah dikatakannya juga telah membahas hal tersebut. Perbaikan jembatan tersebut menjadi prioritas karena merupakan akses vital bagi warga Martadah Baru.

Dimungkinkan dilakukan penggeseran anggaran pada kegiatan fisik di Dinas PUPRP Tala untuk menopang biaya perbaikan jembatan Martadah Baru tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPRP Tala H Syakhril Hadrianadi menyampaikan bahwa runtuhnya jembatan yang berada di perbatasan Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Martadahbaru tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi. 

Bahkan data media ini, peristiwa tersebut juga merenggut satu korban jiwa. Seorang warga setempat terperosok ke lubang jembatan saat melintas pada waktu subuh, persis saat jembatan tersebut mulai runtuh.

Syakhril menjelaskan, penanganan jembatan Martadah baru akan diarahkan pada solusi jangka panjang dengan konstruksi permanen berupa tiang pancang, mengingat perubahan bentang sungai dan besarnya debit air yang tidak lagi memungkinkan penggunaan box culvert.

“Konsekuensinya memang kebutuhan anggaran menjadi lebih besar. Namun ini demi keamanan dan keberlanjutan infrastruktur,” kata Syakhril.

Ia menambahkan, Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto telah mengarahkan agar proses lelang dilakukan lebih awal guna mempercepat pelaksanaan pembangunan. 

Sambil menunggu pembangunan fisik, warga diminta menggunakan jalur alternatif yang tersedia. Pemerintah daerah memastikan percepatan penanganan menjadi prioritas utama mengingat peran strategis jembatan tersebut sebagai akses penghubung antarwilayah. (AOL)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan