
Pencapaian Bersejarah untuk Drone Tempur Turki
Bayraktar Kizilelma, drone tempur pertama Turkiye, baru saja mencatatkan sejarah dengan berhasil menembak jatuh target udara bermesin jet menggunakan rudal BVR dalam uji tembak yang diadakan di atas Laut Hitam. Pengumuman ini disampaikan oleh produsen drone tersebut, Baykar, pada hari Minggu (30/11/2025). Uji coba ini dilakukan di lepas pantai Provinsi Sinop dan menjadi momen penting dalam pengembangan teknologi militer negara tersebut.
Dalam laporan TRT, lima pesawat F-16 dari Pangkalan Udara Utama Jet ke-5 Merzifon bergabung dengan Kizilelma dalam formasi lima pesawat. Hal ini menunjukkan kemampuan operasi kolaboratif antara pesawat berawak dan nirawak. Keberhasilan ini dinilai sebagai pencapaian besar dalam rantai rekayasa yang kompleks. Sekretaris Industri Pertahanan Turkiye, Haluk Gorgun, menyatakan bahwa momen ini menunjukkan integrasi kemampuan mulai dari teknologi radar hingga algoritma kendali penerbangan dalam satu tujuan.
Uji Coba Kizilelma
Pada uji coba tanggal 28 November, Kizilelma membawa dua rudal Gokdogan, rudal BVR berpemandu radar yang dikembangkan TUBITAK SAGE. Rudal ini diproyeksikan menggantikan AIM-120 AMRAAM di inventaris Angkatan Udara Turkiye. Salah satu rudal inert digunakan sebagai dummy, sementara rudal aktif ditembakkan ke drone target. Video resmi Baykar menunjukkan rudal Gokdogan meluncur dengan lintasan melengkung sebelum menghantam target secara langsung.
Komandan Angkatan Udara Turkiye, Jenderal Ziya Cemal Kad?oglu, menyampaikan pengumuman ini dengan nada penuh kebanggaan. Ia menyatakan bahwa hari ini, Turkiye membuka pintu era baru dalam sejarah penerbangan. Untuk pertama kalinya di dunia, sebuah pesawat tempur nirawak menembakkan rudal udara ke udara dengan pemandu radar dan menghantam target dengan akurasi sempurna.
Pertanyaan dan Masa Depan
Meskipun demikian, sejumlah analis masih mempertanyakan detail keterlibatan sensor Kizilelma dalam balistik penembakan rudal. Belum pasti apakah target diakuisisi menggunakan radar AESA Murad atau sistem electro-optical Toygun yang telah diuji sebelumnya. Kemungkinan lain adalah integrasi data dari salah satu F-16 pendamping melalui datalink.
Uji tembak ini berlangsung dalam waktu yang tergolong cepat. Uji angkut senjata baru dimulai pada September, dilanjutkan dengan uji peluncuran bom luncur Tolun dan bom berpemandu TEBER-82 pada Oktober, sebelum pemasangan Gokdogan hanya 10 hari menjelang uji tembak.
Proyek Kizilelma
Kizilelma merupakan salah satu dari sedikit proyek drone tempur yang berhasil melahirkan platform nyata. Program ini dimulai pada tahun 2013 dan publik baru mengetahuinya pada tahun 2021. Versi lanjutannya diklaim mampu mencapai kecepatan supersonik dan memiliki fitur reduced-observability, dengan konfigurasi canard-delta dan dua stabilizer vertikal miring.
Selain misi serangan udara ke darat dan peperangan elektronik, uji tembak rudal Gokdogan memperkuat indikasi bahwa Turkiye memposisikan Kizilelma untuk pertarungan udara langsung — bukan sekadar drone serang konvensional. Peran kolaboratif dengan jet berawak juga masih dikembangkan, termasuk potensi menjadikan Kizilelma sebagai “loyal wingman” bagi pesawat generasi berikutnya Turkiye, TF Kaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar