Dua Bencana di Jembrana Akibat Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Warga

Dua Bencana di Jembrana Akibat Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Warga

Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrem Rusak Bangunan di Jembrana

Dalam dua hari terakhir, masyarakat Jembrana menghadapi dua peristiwa bencana alam yang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Kedua kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan milik warga setempat, meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Pohon Tumbang Menimpa Rumah Warga

Salah satu kejadian terjadi di Banjar Klatakan, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana sekitar pukul 22.30 WITA Kamis kemarin. Sebuah pohon jenis santen dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter sekitar 40 sentimeter tumbang akibat hujan deras yang membuat tanah menjadi gembur. Pohon tersebut menimpa rumah tempat tinggal bangunan semi permanen serta bangunan toilet milik warga bernama Suparmanto.

Akibatnya, bagian atap rumah dan toilet mengalami kerusakan. Ukuran rumah yang rusak adalah 6x8 meter. Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pasca kejadian, permohonan perbaikan akan diajukan ke PMI Kabupaten Jembrana.

Dapur Semi Permanen Ambruk

Di tempat lain, dapur semi permanen milik warga Banjar Pangkung Lubang, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo ambruk pada Rabu 10 Desember 2025 malam. Dapur milik I Wayan Suanda (81) roboh akibat hujan intensitas tinggi dan diperparah oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk. Struktur bangunan tidak mampu menahan beban sehingga akhirnya ambruk. Beruntung, bangunan tersebut sudah tidak digunakan untuk kegiatan memasak sehari-hari.

Dari kedua kejadian tersebut, kerugian material ditaksir sekitar Rp7 juta lebih. Atap rumah warga di Melaya rusak dan bangunan dapur ambruk.

Tanggapan dari BPBD Jembrana

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menyampaikan bahwa semua kejadian ini telah diatensi dan dilakukan asesmen. Kebutuhan dasar seperti sembako dan terpal juga telah diserahkan kepada warga yang terdampak.

Dia mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama mengingat prediksi cuaca ekstrem yang potensial menyebabkan bencana hidrometeorologi. Ancaman bencana seperti banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor rawan terjadi.

"Kami tak henti-hentinya mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Jika menemukan kejadian bencana, segera melaporkannya kepada petugas terkait," ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan