Dua Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo-Yapen: 19 Korban Belum Ditemukan, Termasuk Pelatih Valencia

Dua Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo-Yapen: 19 Korban Belum Ditemukan, Termasuk Pelatih Valencia

Dua Kejadian Kapal Tenggelam di Papua dengan 19 Korban Belum Ditemukan

Dalam kurun waktu hampir bersamaan, terjadi dua kejadian kapal tenggelam yang menimpa masyarakat di wilayah Papua. Kedua peristiwa tersebut mengakibatkan total 19 korban yang hingga sepekan belum diketahui nasibnya.

Pertama adalah tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo. Kapal ini membawa 11 orang di atas kapal (person on board/POB) dan bertolak dari Pulau Komodo pada Jumat (26/12/2025). Kapal dilaporkan mengalami mati mesin di tengah perjalanan sebelum akhirnya tenggelam. Tujuh orang berhasil selamat, sementara empat korban hilang. Salah satu korban hilang, yaitu salah satu anak dari Martin Carreras Fernando, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan utara Pulau Serai, Labuan Bajo, pada Senin (29/12/2025). Hingga Sabtu (3/1/2026), tiga korban lainnya masih belum ditemukan termasuk Martin Carreras Fernando dan dua anaknya.

Kemudian, pada Rabu (24/12/2025), speedboat bermuatan 21 penumpang terbalik di perairan Tanjung Andei, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua akibat badai dan gelombang tinggi. Kapal yang dalam perjalanan dari Kota Serui menuju Kampung Waindu tersebut diterjang angin kencang dan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam. Tim SAR gabungan berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi selamat, sedangkan dua korban meninggal dan 16 lainnya masih hilang.

Operasi Pencarian Berakhir, 16 Korban Masih Hilang

Jumat (2/1/2026), proses pencarian korban kapal terbalik di perairan Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua Tengah dihentikan. Proses pencarian sudah berlangsung selama tujuh hari, namun 16 korban yang hilang belum juga ditemukan. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Biak sejauh ini baru menemukan dua korban dari total 21 penumpang di kapal tersebut. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pihak Basarnas membuka kemungkinan untuk mengaktifkan kembali operasi pencarian jika masyarakat menemukan petunjuk baru. Kundori, Kepala Kantor SAR Biak, menyampaikan bahwa selama operasi pencarian sejak 25 Desember 2025, tim hanya berhasil mengevakuasi dua orang korban dalam kondisi meninggal dunia.

Data Korban Speedboat di Yapen

Berikut data korban kecelakaan speedboat di Yapen:

Korban Meninggal: - Sarah Injoroweri (Perempuan, 12 tahun) - Arius Mabui (Laki-laki, 52 tahun)

Korban Selamat: - Usman Asis (Laki-laki, 37 tahun) - Santi Rontini (Perempuan, 26 tahun) - Hengki Injoroweri (Laki-laki, 40 tahun)

Korban Hilang: - Yakoba Swom (Perempuan, 37 tahun) - Alfonsina Injoroweri (Perempuan, 17 tahun) - Ester Injoroweri (Perempuan, 4 tahun) - Ajay Injoroweri (Laki-laki, 2 tahun 6 bulan) - Charles Injoroweri (Laki-laki, 33 tahun) - Ona Poppi Ampasoi (Perempuan, 32 tahun) - Yone Olivia Injoroweri (Perempuan, 9 tahun) - Hendrik Injoroweri (Laki-laki, 5 tahun) - Aliando Brayen Injoroweri (Laki-laki, 2 tahun) - Teri Brando Injoroweri (Laki-laki, 8 tahun) - Johanis Injoroweri (Laki-laki, 60 tahun) - Ivon Injoroweri (Perempuan, 6 tahun) - Naftali Injoroweri (Laki-laki, 19 tahun) - Mey (Perempuan, 1 tahun 7 bulan) - Maria Injoroweri (Perempuan, 35 tahun) - Hendrik Injoroweri (Laki-laki, 10 tahun)

Upaya Pencarian dan Harapan

Tim SAR gabungan melibatkan personel TNI-Polri serta masyarakat lokal dari Kampung Waindu dan Kampung Kurudu. Petugas menghadapi tantangan berat karena pergerakan korban terbawa arus hingga sejauh 6 mil laut dari lokasi awal kecelakaan. Prioritas pencarian diarahkan pada area baru mengingat banyak penumpang hilang merupakan anak-anak.

Kundori mengimbau para nelayan dan warga pesisir untuk selalu memprioritaskan alat keselamatan serta memantau prakiraan cuaca saat melaut. Pemerintah daerah diharapkan terus memberikan pendampingan psikologis dan bantuan kepada keluarga korban pasca penghentian operasi ini.

Penutupan operasi SAR ditandai dengan kembalinya seluruh personel gabungan dari TNI-Polri serta relawan masyarakat ke satuan masing-masing. Meskipun operasi pencarian dihentikan, harapan masih ada untuk menemukan semua korban yang hilang.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan