Dua Minggu Usai Pembunuhan, Polisi Tangkap Pelaku Anak Politikus PKS Cilegon


CILEGON, nurulamin.pro
- Setelah lebih dari dua pekan diburu, akhirnya pelaku pembunuhan MAHM (9), anak anggota dewan pakar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten Maman Suherman, tertangkap.
Pelaku ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat (2/1/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan membenarkan pelaku pembunuhan terhadap bocah kelas 4 Sekolah Dasar (SD) itu telah ditangkap.
"Alhamdulillah (pelaku sudah ditangkap)," kata Dian melalui pesan singkat, Jumat.
Dian mengatakan, pelaku ditangkap di wilayah Kota Cilegon, Banten pada Jumat sore.

Namun, Dian enggan menjelaskan secara rinci terkait identitas, kronologi penangkapan, dan motif pembunuhan. Menurut dia, perihal upaya penangkapan pelaku itu akan disampaikan pada saat rilis kasus dalam waktu dekat.
"Nanti (disampaikan) pada saat ekpos resmi,” ujarnya singkat.

Sementara itu, dari foto yang diperoleh nurulamin.pro, terlihat pelaku yang berhasil ditangkap adalah seorang pria. Mengenakan kaos hitam dan tangan diikat, pelaku duduk di lantai dan di kelilingi oleh tim gabungan.

Kronologi Penemuan Korban

Sebagaimana diberitakan, pembunuhan anak politikus PKS Cilegon itu terjadi pada 16 Desember 2025. Peristiwa pembunuhan diketahui sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon dari anak keduanya D yang terdengar panik dan meminta pertolongan.

Maman yang juga menjabat sebagai anggota dewan pakar DPD PKS Cilegon itu langsung pulang ke rumah dari tempat kerjanya. Setibanya di rumah dan membuka pintu, Maman menemukan anaknya yang masih berusia 9 tahun dalam kondisi tengkurap dengan luka serius disertai pendarahan hebat.

Melihat itu, Maman kemudian membawa anaknya menggunakan mobil untuk mendapatkan penanganan medis ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka akibat 19 tusukan benda tajam.

Proses Penangkapan Pelaku

Tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten melakukan penyelidikan intensif setelah kejadian tersebut. Pelaku diketahui telah bersembunyi selama beberapa hari setelah melakukan aksi keji tersebut.

Pihak kepolisian tidak memberikan informasi detail mengenai bagaimana proses penangkapan dilakukan. Namun, mereka memastikan bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lanjutan.

Tanggapan Keluarga Korban

Keluarga korban sangat kecewa dan marah atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku. Mereka menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ayah korban, Maman Suherman, juga menyampaikan rasa syukur karena pelaku akhirnya tertangkap. Ia berharap proses hukum bisa segera berjalan lancar dan memberikan keadilan bagi keluarganya.

Langkah Selanjutnya

Pihak kepolisian akan segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui motif dan alur kejahatan yang dilakukan. Mereka juga akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian.

Selain itu, pihak kepolisian akan memberikan informasi lengkap mengenai kasus ini melalui rilis resmi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Peristiwa pembunuhan terhadap MAHM (9) menjadi duka besar bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kejadian ini juga menjadi peringatan penting tentang perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap lingkungan sekitar serta kesadaran masyarakat untuk melaporkan segala kecurigaan yang muncul.

Dengan penangkapan pelaku, pihak kepolisian menunjukkan komitmennya untuk menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi korban.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan