
Dua Strategi Penting yang Diambil PSS Sleman Selama Jeda Kompetisi
Selama jeda panjang kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, PSS Sleman mengambil dua langkah penting untuk memastikan kesiapan tim dalam menjalani laga-laga berikutnya. Kedua strategi ini bertujuan untuk menjaga kondisi pemain serta mempertahankan ritme permainan agar tetap kompetitif.
Evaluasi Kondisi Pemain oleh Tim Medis
Salah satu hal utama yang dilakukan PSS Sleman adalah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi para pemain. Jeda kompetisi menjadi kesempatan emas bagi tim medis untuk mengecek cedera dan memastikan setiap pemain dalam kondisi optimal.
Menurut Sigit Pramudya, anggota tim medis PSS Sleman, beberapa pemain mengalami keluhan akibat padatnya jadwal pertandingan di awal musim. Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus adalah Terens Puhiri. Ia mengalami sedikit masalah pada otot betisnya dan saat ini sedang dalam observasi selama empat hari ke depan.
“Kita tahan dulu Terens agar tidak memaksakan diri untuk berlatih bersama tim. Kemungkinan besar dia tidak akan turun dalam pertandingan persahabatan pada Sabtu (13/12/2025) karena kita lebih membutuhkannya dalam laga resmi,” ujarnya.
Selain Terens, Kevin Gomes juga sedang dalam pemeriksaan karena cedera di bagian pangkal pahanya setelah pertandingan melawan Persiku Kudus. Cedera Cleberson, yang terjadi saat melawan Deltras FC, juga masih dalam pengamatan. Tim medis telah melakukan MRI untuk mengetahui tingkat keparahan cederanya. Meski cedera tersebut dianggap ringan hingga sedang, pihak klub tetap berhati-hati dalam menentukan diagnosis dan waktu pemulihan.
Pertandingan Persahabatan untuk Menjaga Kondisi
Selain evaluasi medis, PSS Sleman juga menggelar pertandingan persahabatan untuk menjaga siklus kompetisi. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memastikan semua pemain tetap dalam kondisi kompetitif.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menjelaskan bahwa jeda kompetisi bisa menjadi momen negatif jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Untuk menghindari kehilangan motivasi dan penurunan mentalitas, tim menggelar uji tanding sebelum kembali berlaga dalam kompetisi.
“Kita harus ada uji tanding supaya momentum bermain itu ada,” ujarnya usai latihan di Lapangan Pakembinangun.
Menurut Ansyari, intensitas latihan selama jeda lebih tinggi dibandingkan saat musim kompetisi. Pemain diwajibkan siap dengan kondisi seperti di pre season, yaitu dua kali latihan dalam sehari.
Tujuan dari pertandingan persahabatan adalah untuk memperbaiki aspek kebugaran fisik, kolektivitas permainan, dan finishing touch. Selama laga-laga sebelumnya, PSS sering kesulitan dalam memanfaatkan peluang dan menghadapi lini pertahanan lawan.
Pertandingan persahabatan antara PSS Sleman dan Garudayaksa FC akan digelar di Stadion Maguwoharjo pada hari Sabtu (13/12/2025). Ini menjadi kesempatan bagi seluruh pemain untuk mendapatkan menit bermain dan menjaga ritme permainan.
Dengan dua strategi ini, PSS Sleman berharap dapat meminimalkan risiko cedera dan meningkatkan performa tim secara keseluruhan. Dengan evaluasi medis yang komprehensif dan pertandingan persahabatan yang terencana, klub berharap bisa tampil maksimal dalam laga-laga berikutnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar