
Kendala Pencarian Korban Banjir Bandang di Salareh Aie
Tim Basarnas menghadapi berbagai tantangan dalam proses pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Salareh Aie, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hal ini terjadi setelah kontrak penggunaan alat berat habis pada Jumat (12/12/2025). Kondisi ini secara langsung memengaruhi proses pengerukan di lokasi yang masih tertutup lumpur.
Direktur Bina Potensi Basarnas, Agus Haryono, menjelaskan bahwa situasi ini menjadi bagian dari evaluasi yang akan disampaikan kepada kepala daerah setempat. Saat ini, Basarnas bersama tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 42 korban banjir bandang yang hilang di Salareh Aie.
Sudah memasuki hari ke-13 pencarian, semoga korban bisa segera kami temukan, ujar Agus saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa proses pencarian dalam beberapa waktu terakhir sangat bergantung pada alat berat. Hal ini dikarenakan titik-titik pencarian yang dicurigai masih tergenang lumpur tanah. Kondisi lumpur tersebut mulai mengeras, sehingga membuat pencarian secara fisik menjadi lebih sulit.
Kalau butuh, kami sangat butuh sekali karena dua titik yang kami curigai lumpurnya sudah mulai mengeras, ujarnya.
Agus menyatakan bahwa masalah kontrak alat berat ini bisa diatasi, mengingat kegunaan alat berat tersebut untuk aksi kemanusiaan. Ia juga menekankan bahwa kebutuhan ini sangat penting bagi saudara-saudara di Salareh Aie.
Selain itu, Basarnas dan tim gabungan terus melakukan pencarian melalui susur sungai dan penerbangan drone. Namun, proses pencarian ini agak terganggu jika kondisi hujan lebat. Tim gabungan harus berhenti sementara karena risiko kenaikan air yang bisa terjadi kapan saja.
Meski telah memasuki hari ke-13 pencarian, Agus mengaku bahwa kondisi tim masih sanggup bertahan hingga akhir masa operasi pencarian. Hal ini ia utarakan akibat sistem penerjunan tim dengan skema rotasi dan bantuan dari Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi fisik tim tetap optimal.
Untuk kondisi tim ini prioritas kami. Kami juga manusia biasa. Kelelahan dan sakit pasti ada. Tapi tim selalu kami rotasi dan terjunkan yang benar-benar siap dan prima, ujarnya.
Bahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menurunkan tim dari daerah lain untuk membantu proses pencarian. Agus berharap seluruh korban bisa ditemukan selama pelaksanaan operasi pencarian.
Upaya Pencarian yang Terus Dilakukan
Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan oleh tim Basarnas dan tim gabungan dalam pencarian korban banjir bandang:
- Penggunaan Alat Berat: Meskipun kontrak alat berat telah habis, pihak Basarnas masih mencari solusi untuk memperoleh alat tersebut guna mempermudah proses pengerukan.
- Susur Sungai: Tim gabungan terus melakukan pencarian dengan cara susur sungai untuk menjangkau area yang sulit diakses.
- Penerbangan Drone: Teknologi drone digunakan untuk memetakan wilayah dan mempercepat proses pencarian.
- Rotasi Tim: Sistem rotasi tim diterapkan untuk menjaga kondisi fisik dan mental para petugas pencarian.
Tantangan yang Dihadapi
Beberapa tantangan yang dihadapi oleh tim pencarian antara lain:
- Kondisi Lumpur Mengeras: Lumpur yang menutupi lokasi pencarian mulai mengeras, sehingga mempersulit proses pencarian secara manual.
- Cuaca Buruk: Hujan lebat dapat mengganggu proses pencarian dan memaksa tim untuk berhenti sementara.
- Keterbatasan Alat Berat: Kontrak alat berat yang habis memengaruhi efisiensi proses pengerukan.
Harapan dan Langkah Lanjutan
Agus Haryono berharap seluruh korban banjir bandang bisa segera ditemukan. Ia juga berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi proses pencarian dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi cuaca dan ketersediaan alat. Jika diperlukan, pihaknya akan menurunkan tim tambahan dari daerah lain untuk mempercepat proses pencarian.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar