
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 51 rumah warga di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jatim, mengalami kerusakan ringan akibat diterjang angin kencang pada Sabtu (3/1/2026).
- Bangunan warung BUMDes Desa Tanggung di kawasan Gunung Budheg ambruk dengan kerugian mencapai Rp 75 juta.
- BPBD Tulungagung melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang tersebar di lima kecamatan tersebut dan saat ini masih melakukan asesmen di lapangan.
nurulamin.pro, TULUNGAGUNG- Sabtu (3/1/2026) sore yang tenang di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), mendadak berubah mencekam.
Langit yang menggelap diikuti sapuan angin kencang menerjang sejumlah wilayah, menyisakan kerusakan pada puluhan hunian warga dan fasilitas umum.
Desa Waung di Kecamatan Boyolangu, menjadi titik terparah dalam bencana hidrometeorologi tersebut.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, angin kencang melanda sedikitnya lima kecamatan, yakni Boyolangu, Ngunut, Gondang, Sumbergempol dan Rejotangan.
Desa Waung Jadi Titik Terparah
Kepala BPBD Tulungagung, Sudarmaji, mengungkapkan bahwa tim reaksi cepat di lapangan terus melakukan pendataan.
Hingga saat ini, kerusakan paling masif tercatat di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, yang memang dikenal sebagai wilayah langganan angin kencang setiap tahunnya.
“Petugas lapangan mencatat ada 51 rumah rusak ringan di Desa Waung. Kerusakan yang paling banyak adalah genteng rontok tertiup angin, serta atap seng dan asbes yang lepas,” ujar Sudarmaji saat dikonfirmasi SURYA, Sabtu malam.
Selain di Boyolangu, kerusakan juga menyebar ke Desa Rejosari (Gondang) dengan 8 rumah rusak, Desa Purworejo (Ngunut) 3 rumah, serta satu rumah tertimpa pohon tumbang di Kecamatan Rejotangan dekat area stasiun.
Warung BUMDes Senilai Rp 75 Juta Rata Tanah
Dampak signifikan juga dirasakan Pemerintah Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat. Bangunan warung BUMDes yang berada di dekat jalur wisata Gunung Budheg ambruk total setelah "digulung" angin yang datang dari arah tenggara.
Ketua LMDH Gunung Budheg, Agus Utomo, memastikan area wisata Gunung Budheg sendiri dalam kondisi aman.
“Wisata aman, tidak ada kerusakan. Namun warung BUMDes yang terbuat dari galvalum rusak parah, bangunannya seperti digulung lalu ambruk,” jelasnya.
Sekretaris Desa Tanggung, Aang Prabowo, menaksir kerugian akibat ambruknya warung tersebut mencapai Rp 75 juta.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, karena dana pembangunannya dulu bersumber dari Dana Desa. Kami pastikan proses pelaporannya sesuai aturan agar tidak ada masalah di kemudian hari,” kata Aang.
Nihil Korban Jiwa
Meski kerusakan materiil cukup banyak, BPBD Tulungagung memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
Petugas mengimbau warga, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di awal tahun ini.
“Personel kami masih bersiaga di lapangan untuk membantu warga membersihkan puing-puing, dan melakukan asesmen lanjutan,” pungkas Sudarmaji.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar