
Kegiatan Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu 2025/2026 di Kabupaten Jombang
Kabupaten Jombang terus berupaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada gula nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah kegiatan tanam perdana Program Bongkar Ratoon Tahun Tanam 2025/2026, yang dilaksanakan di lahan Kodim 0814/Jombang. Lokasi kegiatan ini berada di sebelah Koramil Kecamatan Diwek, tepatnya di Jalan Raya Diwek, Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.38 WIB tersebut diikuti oleh sekitar 50 peserta, termasuk tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan perwakilan instansi terkait. Acara ini menjadi momentum awal kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jombang, TNI, serta pemangku kepentingan sektor pergulaan.
Kolaborasi Strategis Pemkab Jombang dan TNI
Bupati Jombang H. Warsubi bersama Wakil Bupati KH. M. Salmanudin Yazid hadir langsung dalam acara tersebut. Selain itu, hadir pula jajaran Forkopimda, pimpinan TNI-Polri, perwakilan BUMN pergulaan, hingga instansi teknis terkait.
SEVP Pengembangan PT Sinergi Gula Nusantara, Putu Sukarmen, menyampaikan bahwa program bongkar ratoon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu. Ia menjelaskan bahwa tahun ini, Jombang menargetkan penanaman tebu di lahan seluas sekitar 3.300 hektare.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab Jombang dengan TNI merupakan terobosan positif yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Terlebih, potensi lahan pertanian di Jombang dinilai sangat mendukung pengembangan komoditas tebu, mengingat tingginya kebutuhan gula nasional yang masih belum sepenuhnya terpenuhi dari produksi dalam negeri.
Peran Kodim dalam Pengembangan Pertanian
Dandim 0814/Jombang Letkol Kav. Dicky Prasojo menjelaskan bahwa lahan Kodim seluas kurang lebih tiga hektare digunakan sebagai lokasi tanam perdana. Meski tidak terlalu luas, lahan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus bagi masyarakat dan institusi lain untuk turut berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian.
“TNI siap mendukung penuh program pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami agar seluruh program Kodim sejalan dengan Asta Cita dan pembangunan nasional,” ujarnya.
Capaian Sektor Pergulaan Daerah
Bupati Jombang H. Warsubi juga memaparkan capaian sektor pergulaan daerah berdasarkan data tahun 2024. Luas areal tebu di Jombang tercatat mencapai 10.787 hektare dengan produksi sekitar 787 ribu ton. Rendemen tebu juga mengalami peningkatan signifikan hingga rata-rata 7,11 persen, menghasilkan produksi gula kristal putih setara 56 ribu ton.
Menurutnya, program bongkar ratoon menjadi kunci menjaga produktivitas dan kualitas tebu. Pemkab Jombang telah mengajukan usulan bongkar ratoon hingga lebih dari 3.300 hektare yang mencakup lahan petani, perhutani, pabrik gula, hingga lahan Kodim.
“Seluruh upaya ini merupakan bentuk komitmen Kabupaten Jombang dalam mendukung swasembada gula nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Warsubi saat dikonfirmasi.
Target dan Tantangan dalam Produksi Gula
Warsubi juga menyebutkan jika Kabupaten Jombang masuk ke dalam lima besar daerah penghasil gula di Jawa Timur. Hal tersebut dinilai strategis untuk memperluas peran Jombang dalam mendukung target nasional.
“Untuk target bongkar ratoon di Kabupaten Jombang ini mencapai 2.554 hektar. Ini pasti tantangan dan peluang bagi kita untuk terus menerus meningkatkan produksi gula,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar